Sering minum matcha? ini 7 manfaat yang bisa didapat
Matcha saat ini semakin digemari, terutama di kalangan anak muda. Minuman berwarna hijau ini kian mudah ditemukan di berbagai restoran maupun kafe terkini. Variasinya juga bermacam-macam mulai dari matcha latte, es matcha, hingga berbagai makanan penutup berbahan matcha.
Popularitas matcha tidak hanya didorong oleh rasanya yang khas dan tampilannya yang menarik. Matcha juga kerap dipilih sebagai alternatif minuman berkafein karena mengandung kafein dan L-theanine yang dapat memberikan efek meningkatkan kewaspadaan. Lantas apa sebenarnya Matcha dan apa saja manfaatnya untuk kesehatan, berikut penjelasannya dilansir dari Heatlhline, Selasa (11/8).
Apa itu matcha?
Matcha merupakan salah satu jenis teh hijau yang berasal dari tanaman Camellia sinensis. Berbeda dari teh hijau pada umumnya, tanaman yang digunakan untuk membuat matcha ditanam dengan cara dinaungi dari sinar matahari selama sebagian besar masa pertumbuhannya. Proses ini diyakini dapat meningkatkan produksi klorofil dan asam amino pada daun, sehingga menghasilkan warna hijau yang lebih pekat.
Setelah dipanen, batang dan urat daun dipisahkan sebelum daun digiling menjadi bubuk halus. Berbeda dengan teh hijau biasa yang umumnya hanya menyeduh daun lalu membuang ampasnya, matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk sehingga seluruh bagian daun ikut diminum.
Karena seluruh bagian daun dikonsumsi, matcha mengandung kafein dan antioksidan dalam jumlah yang cukup tinggi. Matcha juga kaya akan katekin, termasuk epigallocatechin-3-gallate (EGCG), serta mengandung L-theanine yang dapat memengaruhi efek kafein pada tubuh.
Apa saja manfaat matcha?
Secara umum, matcha memiliki sejumlah manfaat potensial berkat kandungan katekin, antioksidan, kafein, dan L-theanine di dalamnya, berikut ini uraian manfaatnya.
1. Kaya antioksidan
Matcha kaya akan katekin, yaitu senyawa tumbuhan yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan membantu menstabilkan radikal bebas, yaitu molekul yang dapat merusak sel dan berkontribusi terhadap perkembangan berbagai penyakit kronis.
Kandungan katekin pada matcha dapat membantu meningkatkan asupan antioksidan dalam tubuh. Salah satu penelitian pada hewan menunjukkan pemberian matcha dapat mengurangi kerusakan akibat radikal bebas sekaligus meningkatkan aktivitas antioksidan, meski penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan.
2. Berpotensi menjaga kesehatan hati
Hati memiliki peran penting dalam tubuh, mulai dari memproses nutrisi, memetabolisme obat, hingga membantu mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi teh hijau berkaitan dengan kesehatan hati yang lebih baik.
Tinjauan terhadap 15 penelitian pada 2015 menemukan konsumsi teh hijau berkaitan dengan penurunan risiko penyakit hati. Namun, penelitian yang secara khusus menguji manfaat matcha pada manusia masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
3. Membantu meningkatkan fungsi otak
Matcha mengandung kafein dan L-theanine, dua senyawa yang dapat memengaruhi fungsi otak. Kafein berperan meningkatkan kewaspadaan, sementara L-theanine dapat memengaruhi efek kafein sehingga membantu mempertahankan kondisi tetap waspada.
Dalam penelitian yang melibatkan 23 orang, peserta yang mengonsumsi matcha menunjukkan peningkatan perhatian, waktu reaksi, dan kemampuan mengingat dibandingkan kelompok yang menerima plasebo. Matcha juga mengandung sekitar 19 sampai 44 miligram kafein per gram, lebih tinggi dibandingkan teh hijau yang umumnya mengandung 11 sampai 25 miligram per gram.
4. Berpotensi menjaga kesehatan jantung
Sejumlah penelitian mengenai teh hijau menunjukkan adanya hubungan antara konsumsinya dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Karena matcha berasal dari tanaman yang sama dan memiliki kandungan senyawa yang serupa, minuman ini diduga dapat memberikan manfaat yang sama terhadap kesehatan jantung.
Konsumsi teh hijau dalam beberapa penelitian juga dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi dan sejumlah komplikasi penyakit jantung yang lebih rendah. Namun, bukti yang secara khusus membahas manfaat matcha masih terbatas dan hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten.
5. Membantu mengontrol berat badan
Teh hijau dikenal memiliki senyawa yang dapat memengaruhi metabolisme sehingga kerap dikaitkan dengan pengelolaan berat badan. Matcha berasal dari tanaman yang sama dan mengandung sejumlah senyawa serupa sehingga berpotensi memberikan manfaat tersebut.
Sebuah tinjauan penelitian pada 2020 menemukan bahwa konsumsi hingga 500 miligram teh hijau per hari selama 12 minggu, jika dikombinasikan dengan pola makan dan olahraga, dapat membantu menurunkan indeks massa tubuh (IMT). Namun, sebagian besar penelitian tersebut menggunakan teh hijau, bukan olahan matcha secara khusus.
6. Mengandung senyawa yang berpotensi melawan kanker
Matcha mengandung epigallocatechin-3-gallate (EGCG), salah satu jenis katekin yang memiliki sifat antioksidan dan telah diteliti karena potensi efek antikankernya. Senyawa ini diduga dapat memengaruhi sejumlah proses yang berkaitan dengan perkembangan sel kanker.
Sejumlah penelitian di laboratorium dan pada hewan menunjukkan EGCG berpotensi membantu mencegah perkembangan beberapa jenis kanker. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa matcha dapat mencegah atau mengobati kanker pada manusia sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
7. Berpotensi membantu menjaga kesehatan sel
Kandungan katekin dan EGCG dalam matcha memberikan aktivitas antioksidan yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Kerusakan akibat radikal bebas yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan stres oksidatif dan berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan.
Dengan kandungan antioksidan tersebut, matcha dapat menjadi salah satu sumber senyawa antioksidan dalam pola makan. Namun, manfaat ini tidak berarti matcha dapat menggantikan pola makan seimbang atau digunakan sebagai pengobatan untuk penyakit tertentu.
Efek samping dan risiko matcha
Meski memiliki sejumlah manfaat, matcha tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah wajar. Pasalnya, matcha mengandung kafein dan katekin dalam konsentrasi cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, kafein dapat meningkatkan detak jantung dan menimbulkan efek samping lainnya.
Kandungan katekin yang tinggi juga perlu diperhatikan. Konsumsi katekin dalam jumlah berlebihan pernah dikaitkan dengan gangguan hati, meski risikonya dinilai rendah ketika teh hijau dikonsumsi sebagai makanan atau minuman. Selain itu, matcha dapat mengandung kontaminan seperti pestisida, bahan kimia, dan arsenik yang berasal dari tanah tempat tanaman teh tumbuh.
Meski demikian, penelitian menyebutkan asupan hingga 338 miligram katekin dan EGCG per hari masih tergolong aman bagi orang dewasa. Jumlah tersebut kira-kira setara dengan 4 gram matcha atau sekitar dua sendok teh.
Karena itu, matcha tetap sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar. Popularitasnya sebagai minuman kekinian boleh saja diikuti, tetapi manfaat kesehatan tetap bergantung pada jumlah konsumsi dan pola makan secara keseluruhan.