asiawebawards.com
  • 2026-07-27 08:30:00 +0000 UTC

    Jul 27, 2026

    Senyum Anak-anak Tapal Batas yang Menguatkan Harapan Indonesia

    Bagikan:

    PULAU SEBATIK - Pagi itu, tawa anak-anak memenuhi halaman MI Darul Furqon di Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Sekolah sederhana yang berdiri di kawasan tapal batas Indonesia–Malaysia itu mendadak lebih semarak. Mata para siswa berbinar ketika mereka berkumpul, mendengarkan dongeng yang sarat pesan kebaikan, sebelum menerima hadiah yang mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang, tetapi begitu berarti bagi mereka.

    Di sekolah yang akrab disebut Sekolah Tapal Batas ini, setiap hari anak-anak belajar dengan semangat meski berada jauh dari hiruk pikuk kota. Mereka tumbuh di beranda negeri, tempat garis batas negara bukan sekadar penanda di peta, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.

    Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Dompet Dhuafa Kalimantan Timur hadir melalui program Berbagi Senyum Kebaikan Sekolah Tapal Batas. Pada Jumat (24/7/2026), lembaga kemanusiaan tersebut menyalurkan 37 paket perlengkapan belajar kepada para siswa serta paket sembako bagi para guru yang selama ini setia mengabdikan diri mencerdaskan generasi di wilayah perbatasan.

    Namun, yang paling membekas bukan hanya paket bantuan itu. Sebelum pembagian dimulai, anak-anak larut dalam cerita yang dibawakan anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) Gerakan Pramuka Sebatik Tengah. Dengan gaya yang jenaka dan penuh semangat, para pendongeng mengajak mereka berimajinasi, tertawa bersama, sekaligus belajar tentang nilai-nilai kebaikan, keberanian, dan cinta Tanah Air.

    MI (Sekolah Dasar) Darul Furqon di Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mendapat bantuan dari Dompet Dhuafa. (IST)
    MI (Sekolah Dasar) Darul Furqon di Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mendapat bantuan dari Dompet Dhuafa. (IST)

    Suasana sekolah yang biasanya tenang berubah menjadi penuh gelak tawa. Bagi anak-anak di tapal batas, momen seperti ini bukan sekadar hiburan, melainkan pengalaman yang menguatkan semangat mereka untuk terus belajar dan bermimpi.

    Kepala MI Darul Furqon, Adnan Lolo, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada sekolahnya. Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya meringankan kebutuhan para siswa dan guru, tetapi juga menjadi suntikan motivasi untuk terus menghadirkan pendidikan terbaik di kawasan perbatasan.

    "Bantuan ini bukan hanya memberikan manfaat secara langsung bagi siswa dan para guru, tetapi juga menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pendidikan terbaik di wilayah perbatasan. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak-anak di Sekolah Tapal Batas yang merasakan manfaatnya," ujarnya.

    Di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain, para guru memikul tanggung jawab yang tidak ringan. Mereka tidak hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menanamkan rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia kepada anak-anak yang tumbuh di garis terdepan negeri.

    BACA JUGA:


    Semangat itulah yang ingin terus dijaga oleh Dompet Dhuafa Kalimantan Timur. Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Kalimantan Timur, Danang Pikatan, mengatakan bahwa program ini merupakan ikhtiar untuk memastikan anak-anak di kawasan perbatasan tetap memiliki kesempatan belajar yang lebih baik sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengejar cita-cita.

    "Melalui program Berbagi Senyum Kebaikan Sekolah Tapal Batas, kami berharap dapat terus menghadirkan semangat berbagi dan memperluas manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang menempuh pendidikan di wilayah perbatasan, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih semangat dan percaya diri dalam meraih cita-cita. Selain itu, kami ingin menumbuhkan rasa nasionalisme dari sekolah-sekolah yang berada di tapal batas, sehingga ideologi dan kecintaan terhadap Indonesia terus tumbuh," kata Danang.

    Di tengah segala keterbatasan yang masih dihadapi sekolah-sekolah di kawasan perbatasan, senyum anak-anak hari itu menjadi pengingat bahwa harapan tidak pernah mengenal jarak. Sebuah tas sekolah, buku tulis, atau cerita yang menginspirasi mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi mereka yang tumbuh di ujung negeri, perhatian seperti itu adalah bukti bahwa Indonesia hadir, melihat, dan tidak melupakan mereka.

    Di tapal batas, pendidikan bukan hanya tentang mengejar nilai di ruang kelas. Pendidikan adalah cara menjaga mimpi, merawat rasa cinta kepada Tanah Air, dan memastikan bahwa anak-anak di beranda negeri memiliki kesempatan yang sama untuk menatap masa depan.

    Add VOI as a Preferred Source

    Follow VOI news updates across Google.

    +

    Populer

    Jakarta Cerah, Bogor Sejuk, Bekasi Terpanas! Ini Prakiraan Cuaca Jabodetabek Senin 27 Juli

    27 Juli 2026, 06:25

    Kelompok Pria Berikat Kepala Merah Ditangkap Pascabentrokan di Matraman Dalam

    27 Juli 2026, 11:24

    Bordeaux di Prancis Terancam Dilalap Si Jago Merah, Walkotnya Ogah Evakuasi Warga

    27 Juli 2026, 01:02

    Sekjen PBB Desak Pencabutan Segera Semua Sanksi Terhadap Suriah

    27 Juli 2026, 08:15

    Malaysia Tahan Pekerja Migran Indonesia Ibu Bocah 5 Tahun yang Tewas dengan Luka Memar

    27 Juli 2026, 03:14

    2026-07-27 08:30:00 +0000 UTC