Baca Juga: Peran Mohammad Hatta dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

​Rangkaian acara peringatan berlangsung sejak Juli hingga September 2026. Puncak perhelatan digelar meriah di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Sabtu (5/9/2026).

Acara tersebut memadukan pertunjukan Fashion Performance Art bertajuk “RUMAH” dengan aksi kemanusiaan nikah massal “Ikatan Cinta” yang mengakhiri masa lajang 40 pasangan.

​Dipandu sutradara teater senior Wawan Sofwan, pertunjukan “RUMAH” mengemas perjalanan hidup Rahmi Hatta lewat kolaborasi teater, busana, musik, dan seni tari.

Konsep rumah diangkat sebagai simbol tempat tumbuhnya kasih sayang dan karakter yang diwariskan ke generasi penerus.

Baca Juga: PWI Pusat Kecam Keras Aksi Militer Israel Cegat Misi Kemanusiaan dan Tahan Wartawan Indonesia

​Koleksi busana pribadi Rahmi Hatta yang anggun dan kental nuansa budaya Nusantara dipamerkan secara anggun oleh Top 4 Puteri Indonesia serta Abang None Jakarta Barat.

Panggung semakin berkesan dengan penampilan monolog dari Maudy Koesnaedi dan Prilly Latuconsina, disempurnakan oleh lantunan musik dari Iwan Fals, Isyana Sarasvati, Vicky Mono, Aqi Singgih, hingga Audrey.

​Sebelumnya, pembukaan rangkaian acara telah dimulai pada 1 Juli 2026 melalui Afternoon Tea Talkshow di Perpustakaan Nasional RI yang menghadirkan Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, Dr. Dewi Motik, serta Prilly Latuconsina.

​Sebagai wujud kepedulian sosial yang nyata, 40 pasangan berhasil diresmikan secara hukum dan agama dalam prosesi nikah massal yang disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafi’i.

Selain nikah massal, dihadirkan pula aksi donor darah, layanan pembuatan paspor, serta pelibatan UMKM.

​Ketua Pelaksana acara, Fajrin Saadi, menegaskan komitmen yayasan untuk terus mempermudah akses hukum pernikahan bagi masyarakat yang terkendala sosial maupun ekonomi.

​“Ini bukan sekadar perayaan satu abad Rahmi Hatta. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk meneruskan nilai kepedulian beliau kepada masyarakat. Salah satunya melalui nikah massal, karena masih banyak masyarakat yang menghadapi kendala sosial dan ekonomi untuk melangsungkan pernikahan secara resmi,” ujar Fajrin di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

​“Warisan Ibu bukan hanya sesuatu yang berbentuk benda atau peninggalan, tetapi lebih kepada contoh hidup. Ibu selalu belajar, mengajak orang lain dan memberikan teladan tanpa memaksa. Kepedulian itu yang ingin kami teruskan,” tutur Fajrin.

​Putri sulung Bung Hatta, Meutia Hatta, mengungkapkan rasa harunya atas keberlanjutan kepedulian sang ibu yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

​“Yang membuat saya terharu adalah melihat kepedulian Ibu bisa diteruskan. Ada masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk menikah, ada yang menghadapi berbagai kesulitan, dan hari ini kita bisa hadir bersama mereka,” ujar Meutia.

​Meutia juga mengenang antusiasme serta perhatian besar ibundanya terhadap kekayaan budaya Nusantara, ilmu pengetahuan, hingga kepedulian sosial tanpa memandang latar belakang.

​“Semangat Ibu itu menunjukkan bahwa Ibu Rahmi Hatta tahu akan tugasnya sebagai istri Wakil Presiden dan juga kemudian mencintai Indonesia, alam, dan sosial budayanya,” ujar Meutia.

​“Ibu itu punya minat terhadap alam, seni, dan budaya. Orang melihat Ibu saya itu tidak hanya sebagai istri Wakil Presiden yang sudah selesai, tapi juga sebagai dirinya sendiri. Ibu Hatta yang punya minat memperhatikan masyarakat dan peduli orang lain,” ujar Meutia lagi.

​Dukungan penuh juga disampaikan oleh Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafi’i, yang menekankan pentingnya legalitas perkawinan dalam memperkokoh ketahanan keluarga.

​“Negara menaruh perhatian serius terhadap pernikahan warga negaranya. Pernikahan bukan hanya peristiwa sosial dan keagamaan, tetapi juga peristiwa hukum yang memberikan kepastian terhadap hak dan kewajiban suami, istri serta anak,” kata Muhammad Syafi’i.

​“Negara hadir bukan hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui pelayanan langsung kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini memiliki arti penting,” ujarnya.