Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi terus menerus pada Jumat malam sejak pukul 22.00 hingga 24.00 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

Tidak selang lama, yakni pukul pukul 22.26 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl.

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tuturnya.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi terjadi erupsi pada pukul 22.40 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

Selang 14 menit kemudian, Gunung Semeru kembali erupsi yakni pada pukul 22.54 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak (4.076 mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

Baca juga: 11 gunung api di Indonesia yang erupsi sepanjang 2026

Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 23.05 WIB, Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 300 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

"Semeru erupsi kembali pada pukul 23.29 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak," katanya.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan itu dibuat erupsi masih berlangsung, sehingga Semeru tercatat erupsi sebanyak enam kali sejak pukul 22.00 WIB hingga 23.29 WIB.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ucap Liswanto.

Baca juga: Badan Geologi larang beraktivitas 13 km dari puncak Gunung Semeru

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.