Semeru erupsi 8 kali jumat pagi, kolom abu capai 1,2 km
Semeru erupsi 8 kali jumat pagi, kolom abu capai 1,2 km
Jumat, 14 Agustus 2026 07:29 WIB
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati 1,2 km di atas puncak pada Jumat (14/8/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami erupsi sebanyak delapan kali dalam kurun waktu enam jam dengan tinggi kolom letusan mencapai hingga 1,2 kilometer pada Jumat (14/8) pagi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyampaikan bahwa deretan erupsi gunung berapi berketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut terekam mulai pukul 00.24 WIB dan hingga laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.
Erupsi pertama terjadi pukul 00.24 WIB, disusul letusan kedua pukul 01.13 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak. Erupsi ketiga hingga kelima masing-masing terekam pada pukul 01.24 WIB, 04.38 WIB, dan 04.57 WIB.
"Gunung Semeru kembali erupsi pukul 05.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,2 kilometer di atas puncak atau 4.876 mdpl," ujar Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jumat.
Kolom abu pada letusan keenam tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke selatan. Tak berselang lama, erupsi ketujuh dan kedelapan kembali terjadi berturut-turut pada pukul 05.25 WIB (tinggi 800 meter) serta pukul 05.40 WIB (tinggi 700 meter).
Saat ini tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III (Siaga).
Pihak PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Semeru erupsi 8 kali selama enam jam dengan tinggi letusan1,2 km
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.