Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal berharap lomba lari Sembalun Mountain Marathon Festival (SMMF) 2026 menjadikan kawasan di kaki Rinjani itu sebagai arena olahraga wisata tetapi juga sekaligus mampu menggerakkan ekonomi setempat.

Iqbal mengatakan, kegiatan olahraga berbasis wisata seperti SMMF memiliki arti strategis bagi NTB karena mempertemukan olahraga, keindahan alam dan pengalaman budaya dalam satu rangkaian perjalanan wisata.

"Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, SMMF memperlihatkan bagaimana sport tourism mulai tumbuh menjadi bagian penting dari strategi NTB membawa destinasi ke panggung dunia sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata," ujarnya melalui keterangan di Mataram, Minggu.

Sekitar 700 pelari dari 18 negara ikut meramaikan Sembalun Mountain Marathon Festival (SMMF) di kawasan wisata Srmbalun, Kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur.

Menurutnya, SMMF perlu terus dikembangkan secara bertahap hingga memiliki identitas dan brand yang kuat. Pertumbuhan kegiatan ini diharapkan tidak hanya ditandai dengan semakin banyaknya peserta, tetapi juga dengan semakin profesionalnya penyelenggaraan dan semakin luasnya manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Arah tersebut sejalan dengan upaya Pemprov NTB mengembangkan sport tourism sebagai bagian dari agenda pariwisata daerah. Tidak hanya marathon dan lari lintas alam, pemerintah juga mendorong berbagai jenis olahraga wisata, seperti tenis dan selancar, serta membuka peluang pengembangan olahraga di berbagai kawasan," terang Iqbal.

Ia menyatakan Mandalika menjadi salah satu kawasan yang terus dikembangkan, sementara Tambora mulai dijajaki sebagai lokasi potensial untuk kegiatan sport tourism berikutnya. Dengan pendekatan tersebut, potensi olahraga dan pariwisata diharapkan tumbuh di berbagai wilayah NTB, dari selatan hingga utara, timur hingga barat.

Iqbal mencontohkan perkembangan Rinjani 100 yang bermula dari skala kecil dan kemudian tumbuh menjadi kegiatan internasional. SMMF diharapkan dapat berkembang melalui proses serupa pelan, konsisten dan semakin profesional.

Baca juga: BI NTB perkuat ekonomi desa lewat bantuan sarana produksi

"Pelan tapi pasti, kegiatan seperti ini akan berkembang, semakin dikenal, dan menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat NTB," tegas Iqbal.

Namun, semakin berkembangnya sport tourism di kaki Rinjani juga membawa tanggung jawab untuk menjaga modal utama yang membuat kawasan ini menarik. Alam Sembalun, lanskap Rinjani dan kekayaan budaya masyarakat bukan sekadar latar penyelenggaraan event, melainkan aset yang menentukan keberlanjutan pariwisata itu sendiri.

"Karena itu, pengembangan sport tourism diarahkan bukan semata mengejar jumlah peserta dan skala kegiatan. Pertumbuhan harus berjalan bersama profesionalisme penyelenggaraan, perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta kepedulian terhadap kelestarian alam dan budaya lokal," katanya.

Baca juga: Menghidupkan kembali dua warisan budaya di lereng Rinjani

Tahun ini, peserta dari 18 negara mengikuti tiga kategori utama, yakni Full Marathon 42 kilometer, Half Marathon 21 kilometer dan Fun Run 7 kilometer, tegas Miq Iqbal. Lintasan lomba membawa peserta menikmati lanskap khas Sembalun, mulai dari jalur perbukitan dan trail hingga panorama Gunung Rinjani. Bukit Pergasingan dan Bukit Nanggi menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan, menjadikan aktivitas olahraga sekaligus pintu masuk untuk mengenal karakter alam dan budaya kawasan.

Salah seorang peserta asal Belanda, Nike, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda dalam SMMF. Perpaduan bukit, jalur trail, panorama alam dan budaya lokal, menurutnya, membuat pengalaman berlari di Sembalun lebih dari sekadar kompetisi olahraga.