Moehamad Dheny Permana
| 15 September 2026, 15:28 WIB

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meninjau proses pembelajaran di UPT SMP Negeri 16 Medan.
AKURAT.CO Banjir yang sempat merendam SMP Negeri 16 Medan hingga lebih dari satu meter, kini tinggal kenangan. Setelah revitalisasi rampung pada Agustus 2026, guru dan murid kembali menjalankan pembelajaran secara penuh tanpa khawatir ruang kelas terendam saat hujan deras.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meninjau langsung kondisi SMP Negeri 16 Medan yang menjadi salah satu satuan pendidikan yang mendapat bantuan revitalisasi, setelah terdampak banjir pada September 2025.
"Pembangunan revitalisasi sekolah yang terdampak banjir ini selesai pada waktunya, bulan Agustus. Sehingga semua kegiatan pembelajaran sekarang sudah berlangsung 100 persen, tidak perlu ada lagi yang melalui pembelajaran daring," ujar Abdul Mu'ti di Medan, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Kemendikdasmen Revitalisasi Puluhan Ribu Sekolah, yang Terdampak Bencana Jadi Prioritas
Dia mengatakan, pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana tidak berhenti pada perbaikan bangunan. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman menjadi bagian penting, agar guru dan peserta didik dapat kembali menjalankan aktivitas pendidikan tanpa kekhawatiran.
Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 16 Medan, Taripar Rudi Sihaloho, menjelaskan pekerjaan revitalisasi dimulai pada April 2026 dan seluruh pengerjaan bangunan telah selesai pada Agustus 2026.
"Revitalisasi dimulai dari bulan April 2026 dan pada bulan Agustus 2026 kemarin sudah selesai. Sebelumnya area sekolah ini rendah, sehingga dilakukan penimbunan dan ditinggikan supaya ke depan kalau ada hujan lebat tidak terkena banjir lagi," jelasnya.
Hal tersebut juga dirasakan langsung oleh guru PKN UPT SMP Negeri 16 Medan, Patar Saputra Sihombing. Banjir pada September 2025 menjadi pengalaman yang cukup berat bagi sekolah. Ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter menyebabkan sejumlah fasilitas dan barang sekolah rusak.
Baca Juga: SDN Mboeng di NTT Viral, Kemendikdasmen Siapkan Revitalisasi dan Perbaikan Ruang Kelas
"Awal mula terjadi banjir pada bulan September tahun lalu, tinggi air hampir lebih dari satu meter terendam banjir, jadi banyak yang terdampak. Kebetulan pada hari itu hari libur, sehingga banyak barang-barang yang terkena banjir dan hanya beberapa yang bisa diselamatkan," ujar Patar.
Setelah revitalisasi, perubahan paling terasa bagi guru adalah munculnya rasa aman ketika hujan turun. Sebelum revitalisasi, hujan deras kerap menimbulkan kekhawatiran karena sekolah berpotensi kembali terendam.
"Perubahan dampak yang mengajar itu memang terasa. Sebelum kami mendapat revitalisasi, ada rasa ketakutan karena setiap hujan sekolah kami pasti akan banjir. Dengan adanya revitalisasi ini, kami merasa sangat nyaman, tidak ada lagi rasa ketakutan ketika hujan. Kami tetap menjalankan proses pembelajaran dengan baik," ungkapnya.