Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengenalkan aktivitas penyelenggaraan pendidikan dari program, sistem pembelajaran hingga pola pembinaan siswa kepada para pemangku kepentingan sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor melalui kegiatan 'open house'.

Kepala SRT 1 Kabupaten Bekasi Nilam Andini mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada publik mengenai karakteristik sekolah yang secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga pada kelompok kesejahteraan desil 1 dan desil 2.

"Sekolah ini memiliki kekhususan. Siswa tidak mendaftar secara mandiri seperti di sekolah pada umumnya tetapi melalui penjaringan dengan melibatkan pihak terkait. Program ini hadir untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap memperoleh pendidikan dan pembinaan yang layak," ujarnya di Cikarang, Sabtu.

Menurutnya, sekolah rakyat tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik tetapi juga pembentukan karakter, pendampingan dan pengembangan potensi siswa. Melalui pendekatan tersebut, anak didik diharapkan tumbuh menjadi pribadi mandiri, kompeten, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya di masa mendatang.

SRT 1 Kabupaten Bekasi saat ini menampung 350 siswa didukung tenaga pendidik yang terus diperkuat, termasuk melalui kehadiran guru hasil rekrutmen Kementerian Sosial serta dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi pada tahap awal penyelenggaraan.

Nilam mengapresiasi dukungan pemerintah daerah mulai dari fasilitasi lokasi hingga bantuan pemenuhan kebutuhan operasional sekaligus mengharapkan penambahan jumlah siswa tahun berikutnya diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia dan dukungan sarana prasarana.

"Kami berharap pemerintah daerah hingga dunia usaha bisa berkontribusi sesuai bidang masing-masing, seperti pelatihan vokasi dan pengembangan keterampilan. Harapannya, setelah lulus anak-anak memiliki bekal untuk bekerja, membantu keluarganya dan tidak kembali terjebak dalam kemiskinan," katanya.

Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Nur Laela menegaskan keberadaan sekolah rakyat merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pendidikan bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Dia menilai kebutuhan keluarga kurang mampu tidak berhenti pada pemenuhan sandang dan pangan melainkan juga pendidikan sebagai kebutuhan dasar untuk membangun masa depan anak-anak agar memiliki kompetensi, kemandirian serta peluang kehidupan yang lebih baik.

"Melalui sekolah rakyat, anak-anak kita diharapkan memiliki kompetensi yang dibanggakan keluarga sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Kami juga berharap dukungan pemerintah pusat hingga dunia usaha agar manfaat program ini semakin luas," ujarnya.

Penyelenggaraan sekolah rakyat tentunya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Dukungan perangkat daerah, termasuk dalam pemenuhan sarana prasarana, layanan pendukung, dan kebutuhan teknis lain, menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi siswa.

Melalui kegiatan ini, sinergi pengelola sekolah, pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha diharapkan semakin kuat. Kolaborasi tersebut penting agar pendidikan siswa tidak mampu dapat berlanjut pada peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi serta kesempatan memperoleh pekerjaan setelah lulus.

"Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi diharapkan tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia," kata dia.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.