AKURAT.CO Investor individu pasar modal, Ferry Sudjono, kembali menegaskan optimismenya terhadap prospek bisnis kopi kekinian PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE).
Berdasarkan keterbukaan informasi di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ferry tercatat menambah porsi kepemilikan sahamnya hingga menggenapkan porsi hak suara menjadi tepat 6%.
Langkah siram modal ini dilakukan di tengah dinamika industri food and beverage (F&B) yang kian kompetitif di Indonesia.
Baca Juga: FORE Cetak Laba Rp56,5 Miliar di Semester I-2026, Kian Agresif Buka Gerai di Jabodetabek
Rincian Transaksi: Beli 2,21 Juta Lembar Saham
Berdasarkan Laporan Kepemilikan Saham yang disampaikan per 21 September 2026, transaksi pembelian saham tersebut telah dieksekusi pada 16 September 2026.
Berikut adalah rincian detail transaksi yang dilakukan oleh Ferry Sudjono:
Jumlah Saham Sebelum Transaksi: 532.980.400 unit (5,97%)
Jumlah Saham Dibeli: 2.215.500 unit
Harga Transaksi: Rp760 per lembar saham
Total Nilai Transaksi: Sekitar Rp1,68 Miliar
Jumlah Saham Setelah Transaksi: 535.195.900 unit (6,00%)
Status Kepemilikan: Langsung (Bukan Pengendali)
Tujuan Transaksi: Kejar Capital Gain
Dalam laporan resmi tersebut, Ferry Sudjono menegaskan bahwa status kepemilikannya adalah kepemilikan langsung dengan status non-pengendali. Adapun tujuan utama dari penambahan porsi saham ini adalah investasi jangka panjang untuk memperoleh potensi capital gain.
Aksi akumulasi saham oleh investor berdana besar (big money) di harga Rp760 per saham ini kerap dinilai para analis pasar modal sebagai sinyal positif.
Hal ini mengindikasikan bahwa harga saham FORE saat ini diperkirakan masih berada di area yang menarik (undervalued) dibanding potensi pertumbuhan fundamental perseroan di masa mendatang.
Ferry sendiri dikabarkan tengah menjadi salah saty standby buyer dari PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) yang berencana melakukan rights issue 6,15 miliar lembar saham senilai Rp1,53 triliun (harga nominal Rp50 per lembar saham).
Selain Ferry, nama lain seperti PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun dan Happy Hapsoro juga dikabarkan sedang mengintai saham emiten yang akan membangun infrastruktur proyek Uluwatu Estate, termasuk jalan, art gallery, natural park, fasilitas olahraga dan fasilitas terkait secara bertahap hingga kuartal IV-2028 tersebut.