asiawebawards.com
  • 2026-07-20 09:57:00 +0000 UTC

    Jul 20, 2026

    Sebulan Beroperasi, DSI Kelola Devisa Lebih dari US$10,5 Miliar

    Senin, 20 Juli 2026, 16:57 WIB

    Warta Ekonomi, Jakarta -

    Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) telah mengelola devisa lebih dari US$10,5 miliar dalam waktu satu bulan dua minggu sejak mulai beroperasi. Menurutnya, kehadiran DSI juga berhasil memperkecil selisih harga komoditas ekspor Indonesia dengan harga di pasar internasional.

    "Saya dapat laporan dari Saudara Rosan, CEO Danantara, bahwa baru satu bulan dua minggu bekerja, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih dari US$10,5 miliar," kata Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026)..

    Presiden menjelaskan, DSI dibentuk sebagai instrumen negara untuk memperkuat tata kelola devisa hasil ekspor. Perusahaan tersebut resmi beroperasi penuh sejak 1 Juli 2026.

    "Kita dirikan PT DSI mulai beroperasi penuh pada 1 Juli sebagai instrumen negara untuk tata kelola. Untuk kita bangun berapa yang diekspor, berapa harga sebenarnya, berapa devisa. Itu tujuannya," ujarnya.

    Baca Juga: Di Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Sebut Tuntaskan 110 Persoalan Strategis Selama 18 Bulan

    Prabowo mengatakan, keberadaan DSI mulai menunjukkan dampak terhadap tata niaga ekspor nasional. Berdasarkan data yang diterimanya, selisih harga komoditas yang dijual di dalam negeri dan pasar internasional kini semakin menyempit.

    "Sebelum ada PT DSI, gap perbedaan harga yang dijual di Indonesia dan harga yang dijual di internasional itu kurang lebih minimal 30 persen, mendekati 40 sampai 45 persen. Begitu ada PT DSI, sudah hampir menyatu. Saya lihat grafiknya," katanya.

    Ia menegaskan, pemerintah akan terus menindak praktik perdagangan yang merugikan negara. Menurut Prabowo, pelaku usaha yang tidak mematuhi ketentuan tidak akan diberi toleransi.

    "Karena kita tegas. Praktik ini praktik penipuan. Semua izin kita cabut. Saya tidak pandang bulu, kita cabut semua izin mereka yang tidak mau patuh pada hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

    Meski kebijakan pembentukan DSI sempat menuai kritik, Prabowo menilai langkah tersebut kini mendapat pengakuan dari komunitas internasional.

    "Yang biasa, pertama banyak yang nyinyir dan sebagainya. Tapi ternyata dunia luar mengakui bahwa ini langkah Indonesia yang benar," ucap Prabowo.

    Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

    Penulis: Istihanah
    Editor: Istihanah

    2026-07-20 09:57:00 +0000 UTC