Sebanyak 80.200 wargan Kabupaten Jepara terima pembiayaan dari PNM Mekaar
Kamis, 10 September 2026 20:02 WIB
Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi Pimpinan Cabang PNM Cabang Semarang Syafri Rinansyah meninjau gerai UMKM pada acara PKU Akbar Cabang Semarang "Kolaborasi Untuk Ekonomi Jepara Berdaya" di Pendopo Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Jepara (ANTARA) - Sebanyak 80.200 warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mendapat pembinaan ekonomi melalui pembiayaan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dengan plafon pinjaman antara Rp3 juta hingga Rp15 jua.
"Jumlah nasabah secara total yang kami bantu permodalan usaha per Agustus 2026 mencapai 120.000-nasabah, namun sebagian sudah naik kelas. Sedangkan yang saat ini masih aktif kami bina berjumlah 80.200 orang," kata Pimpinan Cabang PNM Cabang Semarang Syafri Rinansyah di sela-sela acara Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Cabang Semarang "Kolaborasi Untuk Ekonomi Jepara Berdaya" di Pendopo Kabupaten Jepara, Kamis.
Ia mengungkapkan total pinjaman yang disalurkan mencapai Rp301 miliar, dengan plafon pinjaman masing-masing nasabah bervariasi.
Dalam membantu pelaku usaha ultra mikro, kata dia, PNM terjun langsung ke lapangan untuk menemui masyarakat yang memiliki usaha yang belum bankable berarti layak mendapatkan pinjaman dari bank dan benar-benar membutuhkan permodalan untuk didampingi agar semakin berkembang.
"Bahkan, warga yang memiliki niat sungguh-sungguh untuk memulai usaha secara bareng-bareng akan didampingi," ujar dia.
Untuk tahap awal, kata dia, mereka akan diberikan sosialisasi terkait pembiayaan PNM, kemudian diberikan pelatihan dan pembinaan selama tiga hari tanpa ada pinjaman permodalan terlebih dahulu. Setelah dinilai siap, baru ada bantuan pinjaman permodalan.
Perkembangan usahanya, imbuh dia, juga dimonitor dengan diadakan pertemuan kelompok untuk periode mingguan.
"Kami juga mendengarkan aspirasi mereka dan kendalanya seperti apa untuk dicarikan solusinya," ujar dia.
Mayoritas nasabahnya, kata dia, merupakan ibu-ibu, namun demikian tingkat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) justru rendah karena saat ini hanya 0,02 persen.
Terkait kendala di lapangan, dia mengakui, terkait penjualan produk dari masing-masing pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Untuk meningkatkan penjualan mereka, kata dia, diarahkan untuk memanfaatkan e-commerce dengan membuka akun di Shopee serta Tokopedia.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan mendorong agar biaya pembiayaan bagi masyarakat dapat semakin rendah. Pihaknya juga mengusulkan penurunan tingkat bunga menjadi sekitar 8 persen untuk menghadirkan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Ia berharap penurunan tingkat suku bunga tersebut dapat membantu mengurangi beban cicilan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan usaha nasabah.
Witiarso juga menjelaskan bahwa PNM memiliki peran sebagai jembatan bagi pelaku usaha mikro yang belum memiliki akses pembiayaan perbankan. Ketika usaha nasabah sudah berkembang dan memenuhi persyaratan, mereka diharapkan dapat naik kelas dan mengakses pembiayaan dari perbankan.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.