SAR gabungan cari pedagang yang tenggelam di Cirata Cianjur - ANTARA News Jawa Barat
Cianjur (ANTARA) - Kantor SAR Cianjur, Jawa Barat dan petugas gabungan melakukan pencarian terhadap Ece (38), pedagang warga Kecamatan Sukaluyu yang dilaporkan tenggelam bersama perahunya di Waduk Cirata di perbatasan Cianjur-Purwakarta, Selasa.
Kepala SAR Cianjur Andika Zein di Cianjur, Selasa, mengatakan, setelah mendapat laporan dari Polsek Cikalongkulon pihaknya dengan 40 personel gabungan terdiri atas TNI/Polri, BPBD Cianjur, Damkar Cianjur, relawan, dan warga sekitar langsung melakukan pencarian.
Pencarian dilakukan dengan radius 1 kilometer dari lokasi pertama korban dilaporkan hilang tenggelam dengan tiga perahu karet dibantu dengan peralatan pencarian air lengkap. Pencarian juga dilakukan dengan menyusur pinggiran waduk melibatkan warga.
"Kami langsung membagi petugas menjadi beberapa kelompok guna melakukan pencarian cepat," katanya.
Perahu yang dipakai korban berjualan kopi dan makanan ringan terbalik setelah menghantam bambu di dalam waduk. Korban tercebur ke dalam waduk dan tubuhnya tidak muncul lagi ke permukaan.
Petugas gabungan melakukan pencarian di lokasi pertama korban dilaporkan hilang tenggelam dan diperluas hingga radius satu kilometer, meski hingga Selasa petang petugas belum menemukan tanda keberadaan korban.
"Perahu yang digunakan disebar ke sejumlah titik dengan harapan jasad korban dapat segera ditemukan. Bahkan kami juga melibatkan nelayan setempat agar segera melapor ketika melihat tanda-tanda," katanya.
Sementara saksi mata menyebutkan korban sehari-hari dikenal sebagai pedagang kopi dan makanan ringan keliling waduk dengan perahu kayu.
"Dugaan kami korban tidak dapat berenang, sehingga tubuhnya dengan cepat tenggelam. Kami bersama warga dan pemancing sempat melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya kami melapor ke Polsek Cikalongkulon," kata saksi mata, Endi (34).
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.