Ambon (ANTARA) - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 27 dari 41 orang penumpang sebuah kapal kayu yang dilaporkan mengalami mati mesin di sekitar Perairan Pulau Fatudjuring, Kabupaten Kepulauan Aru.

"Kapal kayu tersebut dilaporkan bertolak dari Pelabuhan Dobo, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Aru sekitar pukul 09.30 WIT dengan tujuan Desa Ngaiguli di Kecamatan Aru Selatan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon Muhamad Arafah di Ambon, Sabtu.  

Menurut dia, kapal kayu naas itu dilaporkan mengalami kecelakaan laut berupa kerusakan mesin dan terombang-ambing di sekitar Perairan Pulau Fatujuring pada pukul 11.00 WIT.

Upaya perbaikan mesin sudah sempat dilakukan awak kapal namun tetap tidak berhasil sehingga menyebabkan kapal tersebut terus terombang-ambing dan hanyut di laut. 

Informasi kondisi membahayakan jiwa manusia itu kemudian dilaporkan oleh keluarga ke USS Dobo guna meminta bantuan SAR pada pukul 19.15 WIT. 

"Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi dengan jarak kurang lebih 15 mil laut arah Barat Daya," ucapnya.  

Setelah dua jam perjalanan dengan jarak pandang terbatas di malam hari, pada pukul 21.50 WIT Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan kapal tersebut dalam keadaan terombang-ambing di tengah laut. 

"Dari hasil koordinasi tim dengan awal kapal, sebanyak 27 orang penumpang dan sejumlah anak-anak dievakuasi kembali menuju Kota Dobo sementara 14 orang penumpang lainnya memilih menunggu kapal lainnya untuk ditarik menuju Desa Fatujuring," katanya. 

Dia menambahkan, total seluruh penumpang selamat adalah 41 orang. Pada pukul 00.08 WIT, tim SAR gabungan berhasil tiba di Pelabuhan Dobo dengan 27 orang penumpang lainnya dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga. 

Pewarta: Daniel Leonard
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.