Sabtu, 26 September 2026 - 00:00 WIB

VIVA – Manchester City menghadapi situasi serius dalam kasus dugaan pelanggaran aturan keuangan Premier League.

Baca Juga

The Citizens dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan keuangan yang diajukan Premier League. Putusan tersebut menjadi perkembangan terbaru dari kasus yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini bermula dari penyelidikan Premier League yang kemudian berujung pada 115 dakwaan terhadap Manchester City pada Februari 2023. Dugaan pelanggaran tersebut mencakup periode panjang terkait pelaporan keuangan klub, sementara City sejak awal membantah seluruh tuduhan.

Baca Juga

Sidang panel independen berlangsung secara tertutup dan proses pemeriksaan bukti berakhir pada Desember 2024. Namun, keputusan baru muncul dalam laporan pada Jumat (25/9/2026).

Dengan 114 dakwaan dinyatakan terbukti dan hanya satu yang tidak, perhatian kini beralih kepada sanksi yang akan dijatuhkan.

Baca Juga

Sejumlah laporan menyebut hukuman dapat mencakup denda hingga pengurangan poin atau sanksi olahraga lainnya. Namun, belum ada hukuman final yang diumumkan dalam kasus tersebut. City juga diperkirakan akan mengajukan banding.

Jika nantinya pengurangan poin diterapkan untuk musim-musim yang terkait dengan pelanggaran, posisi Manchester City dalam kompetisi pada periode tersebut berpotensi ikut terdampak. Detail mengenai sanksi dan penerapannya masih harus menunggu proses lanjutan.

Manchester City sendiri belum mengubah sikapnya terkait kasus tersebut.

"Proses Premier League masih berlangsung, dengan sejumlah aspek penting yang harus diselesaikan, serta tunduk pada ketentuan kerahasiaan yang ketat," kata juru bicara Manchester City.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klub juga menegaskan tetap menghormati proses hukum dan berharap Premier League menjalankan perannya sebagai regulator secara independen, imparsial, dan adil.

Kasus ini berlangsung di tengah perubahan sistem regulasi keuangan Premier League. Mulai musim 2026/27, Premier League telah mengganti Profitability and Sustainability Rules (PSR) dengan sistem Squad Cost Ratio (SCR) dan Sustainability and Systemic Resilience (SSR).

Tak Cuma Performa di Lapangan, Manchester United Juga Terus Merugi

Manchester United kembali merugi £43 juta atau Rp1,03 triliun pada 2026. Setan Merah kini mencatat kerugian tujuh tahun beruntun di tengah upaya efisiensi.

VIVA.co.id

23 September 2026