Rantau (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memperketat pengawasan terhadap senjata api, amunisi, dan sarana pengamanan guna memastikan seluruh perlengkapan pendukung keamanan dalam kondisi layak dan dikelola sesuai prosedur.

Pengawasan dilakukan melalui kegiatan Pembinaan, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) bersama jajaran Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) Kepolisian Resor (Polres) Tapin.

Kepala Rutan Kelas IIB Rantau Renaldi Hutagalung mengatakan, pengelolaan senjata api, amunisi, dan sarana pengamanan membutuhkan pengawasan berkelanjutan karena berkaitan langsung dengan keamanan lingkungan rutan.

"Pengelolaan senjata api, amunisi, dan sarana pengamanan harus dilakukan secara tertib, aman, dan penuh tanggung jawab," ujar Renaldi di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.

Baca juga: Kejari Tapin tetapkan tiga tersangka korupsi toilet portable

Ia menyebutkan, Rutan Rantau berkomitmen memastikan seluruh sarana pengamanan yang dimiliki Rutan terkelola dengan baik serta sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Rutan Rantau Muhammad Khadafi Al Faruq menjelaskan, pemeriksaan berkala diperlukan untuk memastikan kondisi sarana pengamanan sekaligus ketertiban administrasi dan penggunaannya.

"Pengawasan secara berkala penting untuk mengetahui kondisi sarana pengamanan sekaligus memastikan administrasi dan penggunaannya sesuai prosedur," katanya.

Khadafi mengatakan, koordinasi dengan kepolisian menjadi upaya meningkatkan kesiapan petugas dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.

"Pengawasan ini menjadi langkah preventif Rutan Rantau guna memastikan sarana pengamanan tidak hanya tersedia, tetapi juga siap digunakan serta tercatat secara tertib," ungkapnya.

Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.