Lukman Nur Hakim Akurat.co

| 11 September 2026, 16:48 WIB

Rusal Masuk Indonesia, Garap Hilirisasi Bauksit Jadi Alumina

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)

AKURAT.CO Perusahaan aluminium asal Rusia, Rusal, akan bekerja sama dengan pengusaha dalam negeri untuk mengembangkan hilirisasi bauksit menjadi alumina.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, proyek tersebut bakal dilaukan di wilayah Kalimantan.

“Oh iya, itu dengan Rusal. Mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina. Dan itu di daerah Kalimantan,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga: BLU Energi Masih Dikaji, Kementerian ESDM Pastikan PLN EPI Tetap Berjalan

Bahlil menambahkan, proses perizinan proyek hilirisasi tersebut sudah hampir rampung. Dalam pelaksanaannya, Rusal juga akan berkolaborasi dengan pelaku usaha dalam negeri.

“Untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final. Dan kita memang melakukan kolaborasi dan mereka melakukan kerja sama dengan pengusaha dalam negeri,” tambahnya.

Namun, Bahlil belum membeberkan nilai investasi yang disiapkan untuk proyek tersebut. Pemerintah masih menunggu penyelesaian studi kelayakan (feasibility study/FS) sebelum nilai investasi dapat ditentukan.

“Nanti, FS-nya diselesaikan dulu ya,” tutur Bahlil.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang perusahaan-perusahaan Rusia untuk berinvestasi dan terlibat dalam pengembangan 138 blok eksplorasi energi yang telah dibuka pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Kementerian ESDM Tawarkan Lebih dari 100 Blok Migas RI ke Investor Rusia

"Kami baru saja menyampaikan informasi kepada mitra-mitra Rusia bahwa Indonesia kini telah membuka 138 blok eksplorasi energi. Dan kami mengundang kelompok-kelompok Rusia, perusahaan-perusahaan Rusia, beserta teknologi mereka untuk terlibat di 138 blok tersebut," jelas Presiden Prabowo dalam Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Presiden Prabowo menyebut telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pupuk Indonesia dan salah satu kelompok usaha terbesar Rusia.