Rumah ikan diperluas untuk tingkatkan produksi perikanan Jayapura
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan memperluas penempatan rumah ikan di Teluk Humboldt sebagai upaya memulihkan sumber daya laut sekaligus meningkatkan produktivitas perikanan dan pendapatan nelayan.
Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Matheys Sibi di Jayapura, Senin, mengatakan Kota Jayapura merupakan daerah pesisir yang memiliki potensi perikanan dan kelautan cukup besar sehingga kelestarian ekosistem laut perlu dijaga secara berkelanjutan.
"Untuk itu program rumah ikan ini menjadi salah satu upaya kami dalam menjaga kelestarian ekosistem laut," katanya.
Rumah ikan merupakan struktur atau bangunan buatan berongga yang diletakkan di dasar perairan, sering juga disebut sebagai apartemen ikan atau rumpon, untuk tempat tinggal, berlindung, dan berkembang biak ikan.
Menurut Matheys, program tersebut juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
"Karena itu rumah ikan berfungsi sebagai tempat berlindung, mencari makan, dan berkembang biak bagi berbagai jenis ikan sehingga diharapkan mampu mengembalikan keseimbangan ekosistem perairan di wilayah tersebut," ujarnya.
Dia mengatakan, secara bertahap pihaknya bakal melepas rumah ikan ke kampung-kampung yang ada di Kota Jayapura.
"Seperti pada Sabtu (25/7) kami secara simbolis melepas 27 rumah ikan di kawasan perairan Kampung Tahima Soroma atau yang dikenal Kayo Pulau di mana wilayah tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lokasi wisata bawah air dan tempat memancing yang dapat dikelola pemerintah kampung bersama masyarakat secara berkelanjutan," katanya lagi.
Dia menambahkan, rumah ikan bermanfaat tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan wisata bahari dan aktivitas pemancingan.
"Oleh sebab itu kami terus mengajak masyarakat ikut menjaga keberadaan rumah ikan agar tetap berfungsi secara optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi kelestarian ekosistem maupun peningkatan ekonomi warga," ujarnya.
Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.