asiawebawards.com
  • 2026-08-11 18:37:31 +0000 UTC

    Aug 11, 2026

    RSUD Wonosari menyiapkan strategi tingkatkan layanan

    RSUD Wonosari menyiapkan strategi tingkatkan layanan

    Rabu, 12 Agustus 2026 01:37 WIB

    Image Print

    Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat memberikan instruksi dalam agenda koordinasi dan pembinaan peningkatan kinerja di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (10/8/2026). ANTARA/HO-Pemkab Gunungkidul

    Yogyakarta (ANTARA) - RSUD Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan pada semester II 2026.

    Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih di Gunungkidul, Selasa, mengatakan RSUD Wonosari telah naik kelas dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B, sehingga peningkatan pelayanan teknis maupun etika petugas juga harus mengikuti.

    "Jadi, yang naik bukan hanya fasilitas, tetapi juga pelayanan sumber daya manusianya," katanya.

    Menurut dia, kecerdasan spiritual dan kedisiplinan seluruh pegawai, mulai dari kepatuhan mengenakan seragam hingga ketulusan dalam melayani pasien, penting diperhatikan.

    Terlebih masih ditemukan beberapa keluhan masyarakat mengenai komunikasi petugas yang perlu menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit.

    "Dukungan dari semua unsur komite, manajemen, dan tenaga kesehatan penting untuk diperkuat guna menciptakan lingkungan rumah sakit yang sehat," ujarnya.

    Ia mengatakan RSUD Wonosari telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk dilakukan pada semester II 2026, seperti pengembangan layanan dengan menyiapkan Klinik Umum IGD untuk menangani kasus non-kegawatdaruratan, layanan continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) atau cuci darah mandiri, serta layanan K-grab.

    Direktur RSUD Wonosari dr Diah Prasetyorini melaporkan jumlah kunjungan pasien mengalami fluktuasi selama periode Januari hingga Juni 2026, dengan kunjungan tertinggi pada April dan mengalami penurunan pada Mei dan Juni.

    "Penurunan kunjungan terjadi di sejumlah layanan, yakni rawat jalan sebesar 18,4 persen, rawat inap 23,4 persen, dan instalasi gawat darurat (IGD) 17,6 persen," katanya.

    Dari sisi keuangan, RSUD Wonosari mencatat pendapatan Rp77,36 miliar hingga triwulan II 2026 atau sekitar 66,38 persen dari target tahunan. Realisasi belanja telah mencapai 52,86 persen.

    "Beberapa layanan yang tinggi pasien antara lain penyakit dalam, saraf, jantung, dan hemodialisis," ujarnya.

    Ia menyebut sejumlah upaya strategis akan dilakukan pada semester II 2026 dan beberapa waktu ke depan, seperti rekrutmen dokter spesialis, di antaranya dokter spesialis jantung dan urologi.

    Selain itu, rumah sakit menyiapkan kerja sama dengan residen dari institusi pendidikan untuk memperkuat layanan medis.

    "Manajemen menyiapkan pengadaan sejumlah alat kesehatan, seperti ventilator dan bed unit bedah mulut, serta memperbaiki sistem kelistrikan," katanya.

    RSUD Wonosari juga mempersiapkan reakreditasi yang dijadwalkan pada akhir Agustus 2026 dengan target memperoleh skor di atas 90.

    "Rumah sakit akan memperkuat promosi layanan unggulan serta koordinasi rujukan dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP)," ujarnya.

    Pihaknya mewakili manajemen RSUD Wonosari berkomitmen memperbaiki sistem pengaduan masyarakat. Saat ini, 40 persen aduan telah dapat diselesaikan secara langsung di tingkat unit.

    Pewarta : Agung Dwi Prakoso
    Editor: Bambang Sutopo Hadi
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    2026-08-11 18:37:31 +0000 UTC