asiawebawards.com
  • 2026-07-31 08:48:31 +0000 UTC

    Jul 31, 2026

    RSMS Purwokerto memperkuat ekosistem inovasi demi layanan publik prima

    RSMS Purwokerto memperkuat ekosistem inovasi demi layanan publik prima

    Jumat, 31 Juli 2026 15:48 WIB

    Image Print

    Direktur RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto Heri Dwi Purnomo dalam pembukaan Bimbingan Teknis Membangun Ekosistem Inovasi untuk Pelayanan Publik Prima Tahun 2026 di Aula Serayu RSMS Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). ANTARA/Sumarwoto

    Purwokerto (ANTARA) - Direktur RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto Heri Dwi Purnomo menegaskan inovasi di lingkungan rumah sakit harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar menjadi karya yang tersimpan tanpa dimanfaatkan.

    Saat membuka Bimbingan Teknis Membangun Ekosistem Inovasi untuk Pelayanan Publik Prima Tahun 2026 di Aula Serayu RSMS Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat, dia mengatakan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjadi salah satu institusi yang paling aktif mengembangkan berbagai inovasi pelayanan.

    Menurut dia, beragam inovasi tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang semakin cepat, mudah, dan nyaman.

    "Takdir kita adalah meningkatkan kualitas pelayanan. Yang harus kita kejar adalah kecepatan, kenyamanan, dan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan rumah sakit," katanya dalam kegiatan yang diikuti jajaran manajemen, kepala bidang, kepala instalasi, dan tenaga kesehatan sebagai upaya memperkuat budaya inovasi di lingkungan rumah sakit.

    Ia mengatakan, inovasi tidak boleh berhenti pada tahap penciptaan aplikasi atau sistem semata, tetapi harus benar-benar diterapkan sehingga memberikan manfaat bagi pasien maupun tenaga kesehatan dalam menjalankan pelayanan sehari-hari.

    Menurut dia, rumah sakit rujukan seperti RSMS memiliki cakupan pelayanan yang besar sehingga membutuhkan terobosan yang mampu meningkatkan efektivitas pelayanan di berbagai bidang.

    Ia juga mengingatkan agar inovasi yang telah dikembangkan tidak menjadi sekadar koleksi atau memenuhi dokumentasi semata tanpa memberikan dampak terhadap peningkatan mutu layanan.

    Ia mengibaratkan, inovasi yang tidak dimanfaatkan seperti barang yang hanya tersimpan di gudang.

    Oleh karena itu, kata dia, inovasi yang telah terbukti efektif bahkan dapat dibagikan atau direplikasi oleh rumah sakit lain agar manfaatnya semakin luas.

    "Jangan sampai inovasi hanya menjadi pengisi gudang kosong, tetapi harus benar-benar bermanfaat untuk mempercepat pelayanan dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat," katanya.

    Dalam kesempatan itu, ia menyinggung sejumlah inovasi berbasis digital yang telah dikembangkan RSMS dan dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi pelayanan rumah sakit.

    Ia mengharapkan seluruh peserta bimbingan teknis mampu membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan sehingga setiap gagasan yang lahir dapat diimplementasikan secara optimal dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di RSMS.

    Ditemui usai membuka acara, Heri mengatakan bimbingan teknis tersebut merupakan bagian dari rangkaian penguatan inovasi di lingkungan RSMS.

    Menurut dia, dari delapan rumah sakit milik Pemprov Jateng, RSMS menjadi rumah sakit yang menghasilkan inovasi terbanyak sehingga diperlukan penguatan sistem dan metode agar seluruh inovasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata.

    "Melalui bimbingan teknis ini kami ingin memastikan seluruh inovasi yang lahir di RSMS bisa berjalan dengan baik, baik dari sisi sistem maupun metodenya, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan, baik oleh RSMS maupun masyarakat," katanya.

    Ia mengatakan, dalam kegiatan tersebut RSMS meluncurkan tiga inovasi baru, yakni Magis Dashboard, Dara Digital, dan Smart Asset yang dirancang untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan, serta menghadirkan kemudahan dan kenyamanan dalam pengelolaan layanan rumah sakit.

    Selain meningkatkan mutu pelayanan, kata dia, inovasi juga menjadi salah satu strategi untuk mendukung efisiensi pengelolaan rumah sakit.

    Menurut dia, pemanfaatan data yang lebih terintegrasi memungkinkan evaluasi dilakukan secara lebih cepat dan akurat sehingga penggunaan sumber daya dapat dioptimalkan.

    "Di era BPJS Kesehatan seperti sekarang ini, rumah sakit harus mampu meningkatkan pelayanan sekaligus melakukan efisiensi dalam pengelolaan anggaran. Inovasi menjadi salah satu cara untuk mencapai kedua tujuan tersebut," kata Heri.

    Peluncuran aplikasi Magis Dashboard, Dara Digital, dan Smart Asset dalam pembukaan Bimbingan Teknis Membangun Ekosistem Inovasi untuk Pelayanan Publik Prima Tahun 2026 di Aula Serayu RSMS Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026). ANTARA/Sumarwoto

    Pewarta: Sumarwoto
    Editor: Edhy Susilo
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-31 08:48:31 +0000 UTC