Rolls-Royce Kalah Pamor di Kalangan Taipan China
Senin, 27 Juli 2026 - 16:00 WIB
Beijing, VIVA – Selama bertahun-tahun, Rolls-Royce menjadi salah satu simbol kemewahan bagi kalangan konglomerat di China. Memiliki sedan atau SUV buatan Inggris itu dianggap sebagai penanda status sosial, berdampingan dengan merek premium lain seperti Mercedes-Benz dan Bentley.
Baca Juga
Namun, tren tersebut mulai berubah. Semakin banyak konsumen kelas atas di Negeri Tirai Bambu yang justru memilih mobil mewah buatan dalam negeri, seiring meningkatnya kualitas produk lokal dan tumbuhnya rasa bangga terhadap merek asal China.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Senin, 27 Juli 2026, salah satu merek yang paling diuntungkan dari perubahan tersebut adalah Hongqi. Brand premium di bawah naungan FAW Group itu disebut berhasil menarik minat para pembeli mobil ultra-mewah yang sebelumnya identik dengan Rolls-Royce.
Baca Juga
Hongqi sebenarnya bukan nama baru di industri otomotif China. Merek ini sudah lama dikenal sebagai pemasok kendaraan resmi bagi para petinggi negara, mulai dari era Mao Zedong hingga pemerintahan Presiden Xi Jinping.
Dalam beberapa tahun terakhir, Hongqi memperluas lini produknya ke segmen premium dan ultra-mewah. Salah satu model andalannya adalah Golden Sunflower Guoli yang diperkenalkan pada ajang Beijing Auto Show dengan banderol sekitar US$1,6 juta atau setara lebih dari Rp26 miliar.
Baca Juga
Alih-alih mengandalkan performa mesin atau kemampuan berkendara, Hongqi menawarkan kemewahan yang mengangkat budaya China. Kabinnya dihiasi bordir buatan tangan yang dikerjakan selama lebih dari 1.200 jam menggunakan sekitar 100 jenis benang sutra, menciptakan motif menyerupai awan pada bagian atap interior.
Strategi tersebut ternyata mendapat sambutan positif. FAW mengungkapkan lini ultra-mewah Golden Sunflower berhasil mencatat sekitar 1.400 pembeli sepanjang 2025.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, analis industri otomotif MarkLines memperkirakan penjualan Rolls-Royce di China hanya berada di kisaran 700 unit pada periode yang sama. Artinya, Hongqi mampu membukukan penjualan sekitar dua kali lebih banyak dibanding merek mewah asal Inggris tersebut di pasar domestiknya.
Keberhasilan itu menunjukkan bahwa persaingan di segmen mobil ultra-mewah tidak lagi hanya ditentukan oleh nama besar merek Eropa. Identitas budaya, karya seni, dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri kini menjadi faktor yang semakin memengaruhi keputusan para taipan China saat memilih kendaraan mewah mereka.
Halaman Selanjutnya
Hongqi pun tak ingin hanya berjaya di pasar domestik. Pabrikan tersebut mulai memperluas ekspansi ke berbagai negara, termasuk Malaysia dan Rusia, sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya di pasar mobil mewah global.