Warta Ekonomi, Jakarta -
PT Republik Media Anak Bangsa (RMAB), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan PT Sinergi Terang Abadi (STA) menjalin kemitraan strategis untuk membangun ekosistem media terintegrasi dengan menggabungkan aset televisi, radio, portal berita digital, dan layanan streaming.
Kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan bisnis melalui integrasi konten dan distribusi lintas platform. Ekosistem media yang masuk dalam kerja sama memiliki sekitar 72 juta followers dan subscribers di media sosial serta menghasilkan sekitar 1,8 miliar views per bulan.
Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian pada 14 September 2026 tersebut mencakup sejumlah entitas media milik MNCN dan STA. Dari MNCN, kerja sama melibatkan iNews Media Group (IMG), PT MNC Televisi Network (MTN) atau iNews TV, serta PT MNC Multimedia Nusantara (MMN) yang mengelola portofolio radio.
Sementara itu, STA membawa PT Media Platform Indonesia (MPI), yang menaungi Okezone.com, iNews.id, Sindonews.com, dan News+.
Ekosistem tersebut juga mencakup IDX Channel yang memiliki saluran televisi dan portal digital dengan fokus pada pasar modal, ekonomi, bisnis, dan industri keuangan.
Dari sisi bisnis, integrasi berbagai kanal tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan audiens, meningkatkan distribusi konten, dan membuka peluang pengembangan bisnis media melalui kanal konvensional maupun digital.
Kemitraan juga akan berfokus pada penguatan konten berita nasional dan daerah, pengembangan konten olahraga, serta percepatan transformasi digital. Integrasi tersebut memungkinkan konten didistribusikan melalui lebih banyak saluran sekaligus memanfaatkan basis audiens yang telah dimiliki masing-masing platform.
CEO IMG dan Co-CEO MNC Group Angela Tanoesoedibjo mengatakan kolaborasi tersebut akan memadukan jaringan nasional, kemampuan produksi konten, teknologi digital, dan distribusi lintas platform.
“Kerja sama strategis ini merupakan langkah penting dalam memperkuat dan mempercepat transformasi ekosistem media berita dan olahraga kami. Melalui kolaborasi yang memadukan kekuatan jaringan nasional, kapabilitas produksi konten, teknologi digital, dan distribusi lintas platform, kami ingin menghadirkan informasi yang semakin relevan, kredibel, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Angela.
Menurut Angela, jaringan daerah dan sumber daya manusia di dalamnya menjadi salah satu kekuatan yang akan diperkuat melalui kemitraan tersebut. Dari perspektif bisnis, penguatan jaringan tersebut dapat menjadi basis untuk memperluas distribusi dan pengembangan konten secara nasional.
Founder and Chairman Republikorp Group Norman Joesoef mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun platform media terintegrasi berskala nasional.
“Bersama MNC, kami akan membangun platform media terintegrasi berskala nasional yang didukung oleh tata kelola profesional, inovasi teknologi, dan konten berkualitas,” ujar Norman.
Kemitraan ini juga diarahkan untuk membangun bisnis media yang dapat berkembang seiring perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Penggabungan televisi, radio, portal digital, dan streaming memberikan basis distribusi yang lebih luas untuk konten sekaligus memperkuat posisi platform dalam persaingan media digital.
Baca Juga: Gandeng iQIYI, IRSX Perkuat Bisnis Konten dan Ekosistem Digital
Baca Juga: DOOH Mengarah ke Ekosistem AI, Bidik Bisnis Data Center hingga Energi Hijau
Dari sisi operasional, seluruh layanan televisi, radio, dan digital akan tetap berjalan selama proses transisi. Hal tersebut ditujukan untuk menjaga kesinambungan layanan sekaligus mempertahankan basis audiens yang telah terbentuk.
Kerja sama tersebut juga tetap menempatkan tata kelola perusahaan dan independensi redaksi sebagai prinsip pengelolaan bisnis media. Keputusan pemberitaan tetap berada pada jajaran redaksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan kode etik jurnalistik.
Dengan skala sekitar 72 juta followers dan subscribers serta 1,8 miliar views bulanan, kemitraan RMAB, MNCN, dan STA menempatkan basis audiens dan distribusi digital sebagai salah satu aset utama dalam pengembangan bisnis media terintegrasi.