Liputan6.com, Jakarta - Atlet angkat besi Indonesia, Rizki Juniansyah, dipastikan tidak dapat memperkuat Merah Putih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kondisi tersebut terjadi setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan untuk mencabut provisional suspension yang dijatuhkan International Weightlifting Federation (IWF).
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pemerintah menghormati keputusan CAS dan proses hukum yang masih berjalan.
Erick meminta seluruh pihak tidak berspekulasi mengenai perkara yang tengah dihadapi Rizki. Pasalnya, proses pemeriksaan pokok perkara masih berlangsung di CAS.
“Saya sudah mendapatkan laporan mengenai perkembangan kasus yang dialami Rizki Juniansyah. Kita tentu menyayangkan Rizki tidak bisa bertanding di Asian Games kali ini,” ujar Erick.
Menpora menjelaskan, perkara yang menjerat Rizki bukan berkaitan dengan penggunaan substansi terlarang, melainkan persoalan pelaporan kehadiran atau whereabouts.
“Perlu digarisbawahi bahwa sangkaan terhadap Rizki bukan soal penggunaan substansi terlarang, tapi soal pelaporan kehadiran atau whereabouts. Kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan di CAS dan tidak berspekulasi mendahului keputusan akhir dari proses tersebut,” tegasnya.
Erick memastikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak akan membiarkan Rizki menghadapi proses tersebut sendirian. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI).
Koordinasi dilakukan untuk memastikan Rizki mendapatkan pendampingan dan dukungan yang diperlukan selama proses hukum berlangsung.
“Kemenpora terus berkoordinasi dengan KOI dan PABSI untuk mengawal bersama proses kasus ini. Kita ingin memastikan Rizki mendapatkan pendampingan yang maksimal dan dapat menjalani proses ini dengan sebaik-baiknya,” kata Erick.
Ketidakhadiran Rizki tentu menjadi kehilangan bagi kontingen Indonesia. Apalagi, atlet kelahiran Jambi tersebut merupakan salah satu andalan Indonesia di cabang olahraga angkat besi.
Rizki juga memiliki catatan prestasi besar setelah berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Paris 2024.
“Tentu kita semua kecewa karena Rizki tidak bisa tampil di Asian Games. Dia adalah atlet yang sudah memberikan prestasi besar untuk Indonesia,” ujar Erick.
Erick Thohir Minta Rizki Tetap Semangat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345814/original/045511100_1789094588-526987660_18316547428240094_4279303436141697740_n.jpg)
Perbesar
Meski harus melewatkan Asian Games 2026, Erick meminta Rizki tidak kehilangan semangat. Menurutnya, perjalanan seorang atlet tidak ditentukan hanya oleh satu kompetisi.
“Perjuangan seorang atlet tidak berhenti hanya karena satu kompetisi. Sekarang kita harus memberikan dukungan agar dia bisa menghadapi proses kasus ini dengan baik,” tuturnya.
Erick juga memastikan pemerintah bersama pemangku kepentingan olahraga akan terus memberikan dukungan kepada Rizki, tentunya dengan tetap mengikuti koridor hukum dan aturan yang berlaku.
“Pemerintah, KOI, PABSI, dan seluruh masyarakat olahraga Indonesia tentu memberikan dukungan untuk Rizki. Jalani prosesnya dengan baik, hormati mekanismenya, dan kita akan kawal bersama,” tegas Erick.
Menpora berharap proses persidangan di CAS dapat segera menemukan titik terang. Dengan demikian, Rizki diharapkan bisa kembali fokus melanjutkan karier dan mengejar prestasi untuk Indonesia.
“Kita berharap proses ini bisa berjalan dengan baik. Kami ingin Rizki tetap memiliki masa depan yang panjang sebagai atlet dan terus bisa memberikan prestasi untuk Merah Putih,” pungkas Erick.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Link Live Streaming Voli Asian Games 2026: Timnas Voli Indonesia vs Iran