Riwayat Penyakit Hotman Paris yang Kini Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Pernah Abses Hati hingga Saraf Kejepit
Kamis, 23 Juli 2026 - 13:50 WIB
VIVA – Keputusan Hotman Paris Hutapea untuk mundur sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, kembali membuat kondisi kesehatannya menjadi sorotan publik. Belakangan, pengacara kondang tersebut diketahui kembali menjalani perawatan di Singapura akibat masalah pada bekas luka operasi saraf yang sebelumnya dijalaninya.
Baca Juga
Namun, gangguan kesehatan yang dialami Hotman bukanlah yang pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, pria berusia 66 tahun itu beberapa kali harus menghentikan aktivitasnya sebagai pengacara karena mengalami sejumlah masalah kesehatan, mulai dari abses hati, operasi saraf kejepit, hingga keluhan pada pembuluh darah jantung. Berikut riwayat penyakit yang pernah dialami Hotman Paris.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Abses Hati hingga Infeksi Darah
Baca Juga
Salah satu kondisi paling serius yang pernah dialami Hotman terjadi pada Februari 2025. Saat itu ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Singapura, setelah kondisi tubuhnya menurun drastis. Awalnya banyak yang menduga sakit tersebut dipicu gigitan berang-berang peliharaannya.
Namun setelah menjalani pemeriksaan oleh beberapa dokter spesialis, Hotman mengungkap bahwa penyebab utamanya adalah abses hati atau kantung berisi nanah pada organ hati yang menyebabkan infeksi menyebar ke aliran darah.
Baca Juga
Ia sempat menjelaskan bahwa bakteri dari abses tersebut telah masuk ke dalam darah sehingga memicu infeksi serius. Kondisinya saat itu membuat kadar hemoglobin menurun, tekanan darah melemah, hingga harus mendapatkan penanganan intensif di Singapura.
2. Saraf Kejepit L4 dan L5
Masalah kesehatan berikutnya datang pada 2026 ketika Hotman harus menjalani operasi besar akibat saraf kejepit pada ruas tulang belakang L4 dan L5.
Gangguan tersebut menyebabkan rasa nyeri hebat hingga mengganggu aktivitasnya sebagai pengacara yang selama ini dikenal memiliki jadwal sangat padat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Operasi berlangsung di Singapura dan dinyatakan berjalan lancar. Tim dokter menyarankan agar Hotman menjalani masa istirahat total selama dua pekan.
Namun tidak lama setelah operasi, ia kembali aktif bekerja dan menghadiri berbagai agenda hukum. Belakangan, Hotman mengungkap bahwa bekas luka operasinya mengalami masalah sehingga ia kembali terbang ke Singapura untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Halaman Selanjutnya
3. Pernah Menjalani Pemasangan Ring Jantung