asiawebawards.com
  • 2026-07-21 10:40:44 +0000 UTC

    Jul 21, 2026

    Riset Ungkap Potensi Besar Pasar Tokenisasi Aset di Indonesia |Republika Online

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pasar tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA) di Indonesia diproyeksikan mencapai 88 miliar dolar AS pada 2030 seiring meningkatnya adopsi teknologi blockchain di sektor keuangan. Pertumbuhan tersebut juga mendorong meningkatnya minat investor domestik terhadap aset global, termasuk tokenisasi saham Amerika Serikat (Tokenized US Stocks).

    Berdasarkan riset Tiger Research, pasar tokenisasi aset di Indonesia diperkirakan tumbuh dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 31,7 persen hingga 2030. Pertumbuhan itu didukung semakin kuatnya ekosistem digital yang dinilai mampu mempercepat adopsi aset berbasis blockchain.

    Tiger Research juga mencatat investor Indonesia mulai meningkatkan minat terhadap Tokenized US Stocks karena memberikan akses yang lebih mudah untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan global melalui teknologi blockchain.

    Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan, tren tersebut menunjukkan investor Indonesia semakin terbuka terhadap diversifikasi portofolio ke aset global.

    “Tokenisasi membuka akses yang lebih mudah bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur ke perusahaan-perusahaan global. Kami melihat minat terhadap aset ini terus meningkat seiring berkembangnya ekosistem aset digital,” ujar Ryan, Selasa (21/7/2026).

    Seiring meningkatnya minat investor, pilihan aset yang tersedia di platform tokenisasi dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan investasi. Berdasarkan analisis Tiger Research dan benchmark industri yang dilakukan Bittime, platform dengan pilihan Tokenized US Stocks yang lebih beragam dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan investor yang ingin membangun portofolio global.

    Bittime menyebut menyediakan tokenisasi saham sejumlah perusahaan global seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet, Meta, Tesla, serta sejumlah ETF berbasis teknologi. Perusahaan juga menghadirkan fitur Flexible Staking untuk Tokenized US Stocks dengan imbal hasil hingga 7 persen APR.

    Ryan mengatakan, fitur tersebut dikembangkan untuk menyesuaikan karakteristik saham Amerika Serikat yang umumnya memiliki dividend yield lebih rendah dibandingkan saham di Indonesia.

    “Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan melalui akses ke aset global yang disertai fitur bernilai tambah sesuai kebutuhan investor Indonesia,” kata Ryan.

    Berdasarkan data internal perusahaan, kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106 persen dalam 48 jam setelah peluncuran fitur Flexible Earn. Sekitar 96 persen dana baru mengalir ke tokenisasi saham bertema kecerdasan buatan (AI), terutama NVIDIA, Meta, dan Microsoft, sementara hampir 50 persen kepemilikan Tokenized US Stocks ditempatkan pada fitur Earn.

    Adapun lima Tokenized US Stocks dengan kepemilikan terbesar pada pekan lalu meliputi SpaceX (SPCXX), NVIDIA (NVDAX), Tesla (TSLAX), MicroStrategy (MSTRX), dan Apple (AAPLX).

    Ryan menilai proyeksi pertumbuhan pasar tokenisasi aset menunjukkan peluang pengembangan investasi aset global di Indonesia akan semakin besar.

    “Potensi pasar tokenisasi aset yang terus berkembang menunjukkan investor Indonesia akan memiliki semakin banyak pilihan untuk mengakses aset global. Kami melihat Tokenized US Stocks menjadi salah satu segmen yang berpotensi tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi investasi dan dukungan regulasi yang semakin kuat,” kata Ryan.

    2026-07-21 10:40:44 +0000 UTC