Band pop/rock alternatif asal Sidoarjo, halfway home. kembali dengan singel kedua bertajuk “I Hope, I’m Brave Enough” pada 17 Juli 2026. Diperkuat oleh Charisma Kafka pada vokal, Andika Aditya (gitar), Mirza Gandrung (gitar), Ananda Akbar (bas), dan Reidy Morris (drum), lagu ini membawa cerita kehilangan yang lahir dari pengalaman nyata para personelnya.
Pengalaman tersebut diterjemahkan oleh para personel halfway home. ke dalam lirik dengan pendekatan yang dibuat sejujur mungkin, seolah-olah perasaan bisa menyampaikan semuanya tanpa perlu disamarkan.
“Jadi lirik itu ditulis berdasarkan true story dari beberapa personel halfway home., dan kami berusaha membuat lirik tersebut terasa sejujur mungkin, kayak kalau hati bisa ngomong, pasti hati ngomong sejujur lirik ‘I Hope, I’m Brave Enough’,” jelas Reidy saat dihubungi Pophariini (18/08).
Kisah tersebut kemudian diterjemahkan lewat aransemen yang mempertemukan gitar bernuansa dreamy dengan ritme yang lebih dinamis. halfway home. menggunakan karakter gitar chorus dan shimmer untuk membangun kesan mengambang, nostalgik, dan sendu, sementara permainan drum yang punchy dan groovy menjaga lagu tetap terasa ringan untuk didengarkan.
Menurut Ananda, pendekatan tersebut juga dipengaruhi oleh sejumlah referensi dari band indie rock Jepang, termasuk Beachside Talks. Produser Dondi Januar turut mengarahkan bagaimana karakter suara gitar dapat mempertahankan suasana sedih tanpa kehilangan daya tarik melodinya.
“Kami terinspirasi dari band indie rock Jepang, khususnya Beachside Talks, dan produser kami Dondi Januar bilang kalau nuansa sendu atau sedih itu didapat dari sound shimmer yg memberikan vibe ‘mengambang’, dreamy, atau nostalgic lalu dipadukan dengan chorus agar terasa lebih autentik,” ujar Ananda.
Proses tersebut dikerjakan secara natural dan spontan selama masa kreatif. Pendekatan itu kemudian menjadi bagian dari upaya halfway home. membangun identitas musikal mereka sendiri. Kontras antara gitar yang sendu dan permainan drum yang lebih punchy menjadi salah satu fondasi yang membuat “I Hope, I’m Brave Enough” terdengar emosional, tetapi tetap terasa sedap didengar.
Setelah merilis karya ini, halfway home. juga ingin memperluas pertemuan mereka dengan skena lokal. Salah satu ruang yang ingin mereka datangi adalah Connective di Surabaya, kolektif yang menurut mereka cukup dekat dengan musik twinkle dan midwest emo.
“Ada di Surabaya, namanya Connective yang sering bawa band-band twinkle midwest (emo) gitu, kami berharap si bisa main disana, karena bisa berhadapan langsung dengan audience yang mungkin musik halfway home. ini juga masuk radar mereka,” kata Andika.
Lewat “I Hope, I’m Brave Enough”, halfway home. memperkenalkan perpaduan antara cerita kehilangan yang personal dan pendekatan suara yang lebih luas. Lagu ini menjadi ruang bagi mereka untuk membicarakan luka dengan cara yang sederhana, tetapi tetap meninggalkan jejak melalui melodi dan atmosfer yang dibangun sepanjang lagu.