asiawebawards.com
  • 2026-07-26 08:57:53 +0000 UTC

    Jul 26, 2026

    Reuni 'Ketika Cinta Bertasbih', Alumni Al-Azhar Teguhkan Komitmen Dakwah |Republika Online

    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Alumni Universitas Al-Azhar Mesir menegaskan bahwa film dapat menjadi media dakwah yang efektif selama para pelakunya tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Tabligh Akbar bertajuk "Lost but Not Alone: Ketika Bingung Allah Selalu Ada" yang digelar Wihdah Azhariyah Indonesia (WAZIN) bersama Lembaga Dakwah Kampus (LDK) KAHFI Universitas YARSI di Auditorium Ar-Rahman Universitas YARSI, Jakarta. 

    Acara tersebut sekaligus menjadi ajang reuni para alumni Al-Azhar Mesir yang pernah membintangi film "Ketika Cinta Bertasbih". Hadir dalam kegiatan itu penulis novel "Ketika Cinta Bertasbih", Habiburrahman El Shirazy atau yang akrab disapa Kang Abik, bersama Oki Setiana Dewi dan M Cholidi Asadil Alam.

    Dalam tausiyahnya, Kang Abik mengatakan, para pemeran utama "Ketika Cinta Bertasbih" yang merupakan alumni Al-Azhar telah berikrar (baiat) untuk tetap berada di jalan dakwah. Menurut dia, komitmen tersebut menjadi pengingat agar popularitas yang diraih melalui dunia perfilman tidak menggeser tujuan utama, yakni menyebarkan syiar Islam.

    "Dakwah tidak hanya dilakukan dari mimbar. Film juga bisa menjadi media dakwah yang sangat kuat jika diisi oleh orang-orang yang memiliki komitmen terhadap perjuangan Islam," ujar Kang Abik dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Sabtu (25/7/2026).

    Ia menegaskan, baiat tersebut menjadi fondasi agar para alumni Al-Azhar yang berkarya di industri perfilman tetap istiqamah menjaga nilai-nilai Islam dalam setiap langkah dan karya yang dihasilkan.

    Komitmen serupa disampaikan M. Cholidi Asadil Alam saat memandu sesi dialog. Ia mengungkapkan, setelah membintangi "Ketika Cinta Bertasbih", dirinya menerima tujuh tawaran bermain film. Namun, ia hanya mengambil satu di antaranya karena ingin memastikan karya yang dibintanginya tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam dan komitmen dakwah yang dipegangnya.

    Menurut Cholidi, popularitas tidak boleh membuat seseorang kehilangan arah. Dunia perfilman, kata dia, dapat menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan kebaikan selama dijalani dengan prinsip yang benar tanpa mengorbankan nilai-nilai yang diyakini."Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa dakwah tidak berhenti setelah layar film ditutup, tetapi terus berlanjut dalam pilihan hidup dan karya para pelakunya,"kata dia.

    2026-07-26 08:57:53 +0000 UTC