Sebelumnya, Pipit mengatakan, meski sudah ada tukang parkir dan dibayar, tetapi masih tetap ada tulisan 'Kehilangan Bukan Tanggung Jawab Pengelola'.

"Seringnya speechless udah kita bayar parkir, ada kang parkirnya, tapi tetap ada spanduk segede gaban tulisannya 'Kehilangan Bukan Tanggung Jawab Pengelola'. Lah terus kita bayar parkir buat apa," kata Pipit.

"Jadi patut dipertanyakan tarif parkir itu peruntukannya untuk apa. Kalau pun dinaikkan untuk apa," sambungnya.

Dia mengatakan, apabila muncul isu kenaikan tarif parkir, maka banyak pertanyaan di belakangnya.

"Jadi misalnya ada isu kenaikan tarif, pertama latar belakang munculnya kebijakan tersebut apa? Kedua, selama ini tarif parkir itu untuk apa? Apakah hanya untuk mengelola lahannya biar rapi atau ada sistem keamanan yang menjaganya juga," kata Pipit.

"Ketiga, kalau pun ada sistem, kenapa setiap kehilangan pasti muncul konflik terkait pertanggung jawaban?," jelas dia.

Setali tiga uang, Dayu (35), juga turut mempertanyakan selama ini sebetulnya kemana larinya uang parkir yang dibayarkan.

Dayu pun memberikan contoh salah satu tempat viral di Jakarta Selatan (Jaksel) yang malah berkali-kali bayar parkir.

"Contoh main ke Blok M kita parkir resmi pas masuk di mesin parkir, tapi abis itu kita bayar parkir ke abangnya lagi Rp 3.000-Rp 5.000. Motor aja udah mau lebih Rp 10.000, dan itu uang parkir juga banyak parkir liar, masuk ke retribusi daerah? Tapi ada kehilangan apa gitu, enggak mau tau juga," cerita dia.

"Misal di jalan Sabang juga ada satu sampai beberapa yang udah kayak nerapin pakai E-money atau QRIS, tapi abis itu abangnya ngilang padahal udah bayar Rp 8.000, motor dijagain kagak, tanggung jawab apalagi," kata Dayu.

"Belom lagi CFD di Sudirman bayar Rp 5.000 parkir liar bahkan Rp 10.000. Terus tugas pemerintah buat nindak parkir liar sampai mana," sambung dia.

Dayu pun berharap, apabila memang tarif parkir hendak dinaikkan, maka tidak ada lagi parkir liar di dalamnya.

"Kalau mau dinaikin, harus dibabatlah tukang parkir liar di dalam mall, sama aja resmi dan liar. Terus dengan kenaikan itu keuntungan buat warga apa? Karena enggak naik aja, kita enggak sepenuhnya dapat keamanan kendaraan kita," tutup Dayu.