Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

26 August 2026 10:06

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar aset kripto menunjukkan dinamika penyesuaian harga pada perdagangan pertengahan pekan ini.

Setelah mencatatkan reli pasar yang bergerak dari kisaran US$64.000 hingga sempat menyentuh puncaknya di atas level US$81.000 hanya dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu, pasar kini memasuki fase konsolidasi.

Kenaikan harga yang sangat cepat tersebut memicu aksi ambil untung (profit taking) dari para pelaku pasar, yang pada akhirnya membawa harga Bitcoin (BTC) turun secara terukur ke kisaran US$78.700.

Meskipun mengalami koreksi dari titik puncaknya, data perdagangan hari ini menunjukkan bahwa penurunan yang terjadi relatif wajar dan terkendali. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas makro masih tertahan di dalam pasar, dan investor melihat level saat ini sebagai area fundamental baru pasca-akumulasi sentimen positif.

Kinerja Pasar: Bitcoin dan Ethereum Memasuki Fase Pendinginan

Berdasarkan data perdagangan terkini, Bitcoin (BTC) terpantau berada di level $78.794,52. Aset kripto utama ini mencatatkan koreksi harian minor sebesar -1,02%, namun masih mempertahankan lonjakan mingguan yang sangat solid di angka +22,39%.

Pergerakan ini mengonfirmasi bahwa setelah tekanan beli yang agresif, pasar sedang mencari titik keseimbangan baru tanpa adanya indikasi kepanikan jual (panic selling).

Performa serupa ditunjukkan oleh Ethereum (ETH). Aset smart contract terbesar ini diperdagangkan pada level $2.455,32, mencatatkan pelemahan harian sebesar -1,47%, namun tetap membukukan apresiasi mingguan yang luar biasa sebesar +28,34%.

Kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun investor merealisasikan sebagian keuntungannya, struktur tren naik (uptrend) jangka menengah masih sangat terjaga.

Dinamika Altcoin: Mayoritas Terkoreksi, Hyperliquid Tampilkan Anomali

Pada sektor altcoin, pasar merespons pendinginan harga Bitcoin dengan koreksi harian yang merata, meskipun kinerja mingguannya masih sangat tinggi.

XRP mengalami penurunan harian -4,01% ke level $1,44 (kinerja mingguan +44,47%), sementara Solana (SOL) turun -3,26% ke posisi $96,97 (kinerja mingguan +26,37%). Aset privasi Zcash (ZEC) juga terkoreksi -6,06% secara harian meskipun masih memimpin lonjakan mingguan sebesar +54,18%.

Di tengah tren konsolidasi tersebut, Hyperliquid (HYPE) tampil sebagai anomali. Aset ini masih mampu melawan arus koreksi dengan mencatatkan penguatan harian sebesar +1,95% ke level $81,22, mengakumulasi kenaikan mingguan sebesar +38,59%.

Bertahannya HYPE di zona hijau mengindikasikan tingginya minat spesifik investor pasca-sorotan regulasi pada pertemuan Crypto Summit baru-baru ini.

Katalis Makro: Rasionalisasi Harga Pasca-Euforia

Koreksi dari level $81.000 ke kisaran $78.700 merupakan mekanisme pasar yang sangat sehat. Reli eksponensial dalam seminggu terakhir didorong oleh euforia sentimen struktural yang bertumpuk, mulai dari pengumuman program buyback US Treasury hingga sentimen pro-industri dari Pemerintah AS di Gedung Putih.

Ketika harga sebuah aset melonjak lebih dari 20% dalam waktu yang sangat singkat tanpa adanya area konsolidasi, indikator teknikal secara otomatis akan menunjukkan status overbought.

Institusi dan trader secara logis merealisasikan keuntungan mereka pada area resistensi psikologis $80.000 hingga $81.000. Penurunan saat ini adalah proses rasionalisasi untuk menguji apakah likuiditas baru cukup kuat untuk menjadikan level $75.000 - $78.000 sebagai fondasi pijakan (support) yang baru.

Outlook Pasar: Probabilitas Penurunan ke $40.000 Menipis

Menyikapi masuknya likuiditas secara masif dan dukungan struktural baru-baru ini, pandangan analitis untuk proyeksi jangka panjang telah bergeser.

Probabilitas harga Bitcoin untuk kembali terkoreksi dalam hingga menyentuh target historis $50.000 dinilai semakin kecil. Pasar tampaknya telah membangun fondasi fundamental yang jauh lebih solid dari sebelumnya.

Kendati demikian, fluktuasi tajam dari US$64.000 ke $81.000 dan kembali ke US$78.700 membuktikan bahwa volatilitas tinggi tetap menjadi karakteristik utama yang tidak bisa diabaikan. Pasar masih rentan terhadap fluktuasi jangka pendek.

Oleh karena itu, pendekatan all-in secara agresif sangat tidak direkomendasikan. Strategi dollar-cost averaging dengan disiplin menyisakan porsi likuiditas tunai untuk mengantisipasi koreksi lanjutan merupakan pendekatan investasi yang paling rasional saat ini.

Maksimum Portfolio di Bitcoin maksimal di 70% dari seluruh portfolio sementara sisanya disimpan dalam format uang tunai USDT untuk meningkatkan probabilitas serok bawah apabila harga mengalami koreksi.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)