Realisasi investasi hirilisasi Sulawesi Tengah capai Rp56 triliun

Kamis, 3 September 2026 19:53 WIB

Image Print

Kepala DPMPTSP Sulteng Moh. Rifani Pakamundi (ANTARA/Muhammad Rifki)

Palu (ANTARA) -

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan realisasi investasi khususnya hilirisasi di Sulteng mencapai Rp56,1 triliun hingga Semester I 2026.

“Sulteng peringkat pertama nasional yang menyumbang 18,7 persen dari seluruh realisasi hilirisasi nasional sebesar Rp300,1 triliun,” kata Kepala DPMPTSP Sulteng Moh Rifani Pakamundi di Palu, Kamis.

Dia mengklaim hampir satu dari lima rupiah investasi hilirisasi di Indonesia, ditanamkan di Sulawesi Tengah. Sementara itu, realisasi nilai investasi sebesar Rp68,70 triliun pada Semester I 2026 atau periode Januari hingga Juni 2026.

Ia mengatakan realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp68,70 triliun atau 73,17 persen dari target tahunan sebesar Rp93,89 triliun yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

“Hilirisasi menyumbang 81,66 persen dari seluruh realisasi investasi di Sulteng, atau Rp56,1 triliun dari Rp68,70 triliun,” ujar dia.

Lima besar peringkat hilirisasi nasional yakni Pemprov Sulteng sebesar Rp56,1 triliun, Pemprov Maluku Utara sebesar Rp53,9 triliun, Pemprov Jawa Barat sebesar Rp25,8 triliun, Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp23,5 triliun dan Pemprov Jawa Barat sebesar Rp17,5 triliun.

Selain itu, dalam peta investasi nasional, Sulteng menempati posisi keempat untuk realisasi investasi secara keseluruhan dengan kontribusi 6,8 persen dari total Rp1.010,6 triliun. Investasi itu bersumber dari Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp64,73 triliun atau 94,23 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,96 triliun atau 5,77 persen.

Lima besar peringkat investasi nasional yakni Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp173,6 triliun, Pemprov Jawa Barat sebesar Rp138,1 triliun, Pemprov Jawa Timur sebesar Rp72,7 triliun, Pemprov Sulteng sebesar Rp68,70 triliun dan Pemprov Banten sebesar Rp66,3 triliun.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II-2026 mengalami pertumbuhan sebesar 5,06 persen, jika dibandingkan triwulan II-2025.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah sepanjang semester I-2026 mencapai 6,64 persen dibandingkan dengan semester I-2025.

Struktur ekonomi Sulawesi Tengah pada triwulan II-2026 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar 44,37 persen, diikuti oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 15,60 persen, serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 13,79 persen. Secara kumulatif, ketiga sektor ini menopang 73,75 persen dari total perekonomian daerah.

Pewarta : Fauzi
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026