Hervin Saputra
| 8 September 2026, 19:52 WIB

Pelatih Inter Milan, Christian Chivu, dalam sesi konferensi pers jelang laga timnya kontra Real Madrid di penyisihan Liga Champions 2026-2027 di Madrid, Spanyol, Senin (7/9/2026). REAL MADRID.
AKURAT.CO, Bertandang ke Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, jelas membangkitkan sejumlah kenangan bersejarah bagi Pelatih Inter Milan, Christian Chivu. Lebih lagi karena sosok yang akan dihadapinya kali ini.
Christian Chivu akan memimpin Inter Milan menghadapi tuan rumah Real Madrid di Santiago Bernabeu untuk duel pertama fase penyisihan Liga Champions 2026-2027, Selasa (8/9/2026) atau Rabu dini hari WIB.
Di bench Real Madrid, ada Jose Mourinho yang merupakan pelatih Christian Chivu semasa meraih gelar juara Liga Champions 2009-2010 bersama Inter Milan yang finalnya kala itu digelar di Santiago Bernabeu.
“Emosi saya di stadion ini? Bernabeu sudah direnovasi dan lebih indah, tetapi sudah menjadi spesial bagi saya karena tradisi dan sejarahnya,” kata Chivu dalam sesi konferensi pers jelang laga Real Madrid vs Inter Milan di Bernabeu, Senin (7/9/2026), dipetik dari laman resmi Inter.
Chivu juga menegaskan bahwa ia sama sekali tak meniru gaya atau filosofi sepakbola Jose Mourinho. Pelatih berkebangsaan Rumania berusia 45 tahun itu mengatakan bahwa ia punya filosofinya sendiri yang dikembangkannya sejak melatih tim junior.
“Saya tidak pernah meniru siapapun dan saya tidak pernah membuang waktu meniru siapapun,” kata eks pemain Inter periode 2007-2014 itu.
https://akurat.co/bola/888887/prediksi-skor-real-madrid-vs-inter-milan-9-september-2026-duel-ketat-di-bernabeu
“Saya punya filosofi saya sendiri, dibangun selama tahun-tahun saya sebagai pemain dan melalui enam tahun di pengembangan usia muda, di mana saya mengeksperimenkan hal-hal yang membantu saya di tahun-tahun terakhir sejak saya memulai petualangan dengan tim utama (Inter).”
Musim ini adalah musim kedua Chivu sebagai pelatih kepala Inter Milan. Ia sukses membawa Nerazzuri meraih scudetto dan juara Piala Italia musim lalu namun tumbang di play-off atas tim asal Norwegia, Bodo/Glimt.
Menghadapi Madrid malam ini juga misi sang pelatih untuk menghentikan catatan tak pernah menang Inter di Bernabeu sejak 1959. Inter, kata Chivu, harus mendominasi Madrid.
“Bermain di sini tak pernah mudah. Inter belum mengalahkan Real di Bernabeu sejak 1959. Kami harus menunjukkan keberanian dan kepribadian. Kami ingin dominan di sini,” ucap Chivu.
“Tidak ada cara yang sempurna untuk menghadapi (Madrid), ada begitu banyak pemain yang selalu bisa membuat perbedaan.”