PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) buka suara mengenai kabar Gedung Graha Merah Putih di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, bakal digunakan sebagai kantor Badan Gizi Nasional (BGN). Gedung tersebut masuk dalam daftar aset Telkom.

Dalam kabar yang beredar di media sosial, sekitar 500 karyawan Telkom yang berkantor di gedung itu disebut akan direlokasi. Adapun kantor itu dikelola oleh entitas usaha Telkom, PT Telkom Landmark Tower (TLT).

Merespons kabar tersebut, Direktur Utama PT Telkom Landmark Tower (TLT), Suratman mengatakan, perusahaan memang tengah menjalankan program optimalisasi terhadap aset properti yang dikelola di lingkungan TelkomGroup. Ia menyebut langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus nilai ekonomi aset yang berada di bawah pengelolaan perusahaan.

“Tentunya dengan tetap berpedoman pada prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan seluruh ketentuan bisnis yang berlaku,” kata Suratman kepada Katadata.co.id, Selasa (2/9). 

Dia menuturkan, optimalisasi aset tersebut menjadi bagian dari program konsolidasi dan efisiensi ruang kerja. Perseroan menegaskan akan menjalankan proses tersebut secara bertahap dan terukur.

Ia memastikan konsolidasi ruang kerja tidak akan mengganggu operasional maupun layanan Telkom kepada pelanggan. Kebijakan tersebut juga tidak akan berdampak terhadap hubungan kerja karyawan.

“Kami juga berkomitmen penuh untuk menjaga kepastian dan keberlangsungan kegiatan para tenant yang saat ini berada di gedung-gedung kami,” ucapnya. 

Tak hanya BGN, Telkom juga membuka peluang kerja sama bagi pihak lain untuk memanfaatkan gedung di Jalan Gatot Subroto itu. Suratman menegaskan, setiap proses pemanfaatan aset akan dilakukan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan tata kelola perusahaan.

“Untuk setiap potensi kerja sama dengan pihak manapun, termasuk dengan instansi pemerintah, kami pastikan akan mengikuti seluruh prosedur dan regulasi yang berlaku,” ujarnya. 

Berdasarkan laporan keuangannya hingga semester pertama 2026, Telkom memiliki total aset hingga Rp 303,08 triliun. Angka itu naik 5,33% dari Desember 2025 Rp 287,75 triliun. Secara terperinci jumlah aset lancar sebesar Rp 80,83 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 222,15 triliun. 

Katadata.co.id juga telah meminta konfirmasi kepada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, mengenai kabar rencana BGN menempati gedung Telkom itu.

Katadata juga meminta tanggapan soal rencana pemanfaatan gedung, skema kerja sama dengan Telkom, hingga sumber anggarannya. Namun, Agustina belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.