Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:02 WIB

VIVA – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menyoroti minimnya menit bermain sejumlah pemainnya saat memperkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca Juga

Lima pemain Persija yang menjadi bagian dari skuad juara Timnas Indonesia adalah Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Nadeo Argawinata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tidak semua pemain tersebut mendapatkan kesempatan bermain yang cukup selama turnamen. Bahkan, Jordi Amat dan Nadeo Argawinata sama sekali tidak turun ke lapangan.

Baca Juga

Rizky Ridho menjadi pemain Persija dengan menit bermain terbanyak. Bek berusia 24 tahun itu tampil dalam empat pertandingan, tetapi hanya sekali dipercaya sebagai starter.

Ridho mengoleksi 139 menit bermain dan turut menyumbangkan satu gol untuk Timnas Indonesia.

Baca Juga

Sementara itu, Rayhan Hannan dua kali masuk sebagai pemain pengganti dengan total 26 menit bermain. Shayne Pattynama hanya tampil sekali dengan catatan 19 menit.

Adapun Jordi Amat dan Nadeo lebih banyak berada di bangku cadangan karena ketatnya persaingan di posisi masing-masing.

Shin Tae-yong menilai kondisi tersebut membuat dirinya kesulitan memberikan penilaian terhadap performa para pemain Persija yang minim menit bermain bersama Timnas Indonesia.

"Kalau ada pemain yang bermain, baru bisa saya menilainya. Hampir tidak ada yang bisa bermain," ujar Shin Tae-yong sebelum memimpin latihan Persija di Persija Training Ground, Depok, Rabu (7/10/2026).

Shin Tae-yong Soroti Menit Bermain Hannan

Shin secara khusus menyoroti Rayhan Hannan yang hanya mendapatkan waktu bermain selama 26 menit dalam empat pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.

Menurut Shin, waktu yang singkat membuat seorang pemain belum sempat menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas lapangan.

"Hannan itu bermain hanya sebentar, bagaimana bisa bilang begitu? Baru mau mencapai kondisi napas yang maksimal, pertandingan sudah berakhir," kata Shin.

Shin menjelaskan, pemain yang baru masuk dari bangku cadangan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan intensitas pertandingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena pemain terkadang baru mulai menemukan ritme permainan ketika pertandingan sudah memasuki fase akhir.

"Itu bagian yang paling sulit. Di antara pemain kami, tentu para wartawan menonton pertandingannya," tutur Shin.

Halaman Selanjutnya

"Tetapi sebenarnya ketika seorang pemain masuk sekitar 10 menit terakhir, justru pada saat itulah tubuh mulai mencapai kondisi maksimal dan napas mulai terbuka, tetapi pertandingan sudah berakhir. Itulah bagian yang paling sulit," imbuhnya.