Warta Ekonomi, Jakarta -
Konser Kanye West bertajuk Ye Live In Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10/2026), menuai beragam reaksi. Di tengah antusiasme penonton, sejumlah pengguna media sosial justru mengkritik ekspresi sang musisi yang dinilai terlihat marah dan minim berinteraksi selama tampil di atas panggung.
Keluhan itu ramai dibicarakan di media sosial X setelah sejumlah penonton mengunggah video penampilan Ye di panggung berbentuk setengah bola dunia. Salah satu bagian yang menjadi sorotan adalah ketika ia membawakan lagu “Heartless” serta mengulang bagian chorus berkali-kali.
Bahkan, seorang pengguna X menilai sikap Ye di atas panggung seolah sengaja memancing emosi penonton. Kanye West pun menanggapi anggapan tersebut. Alih-alih mengakui suasana konser berjalan buruk, ia justru menegaskan bahwa pertunjukan di Jakarta terasa meriah dengan dukungan penonton yang riuh.
Baca Juga: Pramono Senang, Jakarta Hasilkan Rp625 Miliar Hanya dalam 2 Hari
“Bro, this shit was a vibe. The Crowd was very loud. It's called rock and roll (Bro, gila, suasananya mantap banget. Penontonnya riuh sekali. Itulah yang namanya rock and roll),” balas Kanye West.
Balasan Ye tersebut mendapat respons dari sejumlah penggemar yang tetap mengapresiasi penampilannya. Beberapa netizen menyampaikan dukungan dan mengaku menikmati pengalaman menyaksikan konser musisi asal Amerika Serikat itu secara langsung.
Namun, kritik terhadap konser Ye di Jakarta bukan hanya soal ekspresi dan interaksi di atas panggung. Sebelumnya, sejumlah penonton juga mengeluhkan kualitas suara sistem tata suara di beberapa area stadion yang dinilai kurang baik.
Promotor konser, Raw Vision Collective, menyatakan desain sistem tata suara dan tata letak area stadion ditangani oleh tim produksi Kanye West. Meski demikian, pihak promotor tetap menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penonton.
Di luar berbagai keluhan tersebut, konser Ye juga menarik perhatian penggemar musik dari berbagai negara. Pihak promotor menyebut sebanyak 20.500 penonton berasal dari luar negeri.
Pertunjukan ini turut mencuri perhatian lewat penggunaan panggung berbentuk kubah atau dome stage yang menghadirkan visual imersif. Penonton disuguhi berbagai gambaran, mulai dari bumi hingga bulan, sebagai bagian dari pengalaman visual selama konser berlangsung.
Respons Kanye West terhadap kritik penonton pun menambah perbincangan mengenai konser tersebut. Saat sebagian penonton menyoroti ekspresi dan pengulangan lagu, Ye justru memandang riuhnya penonton sebagai bagian dari semangat rock and roll yang ingin dihadirkan dalam pertunjukannya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri