Rais Syuriah harap Muktamar Nahdlatul Ulama kedepankan persatuan
Minggu, 23 Agustus 2026 20:48 WIB
Ras Syuruah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof KH Zainal Abidin. ANTARA/HO-FKUB Sulteng
Palu (ANTARA) - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof KH Zainal Abidin berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur mengedepankan persatuan untuk berkontribusi membangun bangsa.
"Harus terlaksana penuh kegembiraan, khidmat, dan mengedepankan persatuan warga Nahdlatul Ulama," kata Zainal Abidin di Palu, Minggu.
Ia mengemukakan, muktamar yang berlangsung pada akhir Agustus 2026 merupakan forum tertinggi organisasi, memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kebijakan dan masa depan NU.
Maka pelaksanaannya harus tertib dan mencerminkan tradisi musyawarah yang menjadi bagian penting dalam kehidupan organisasi.
"Musyawarah NU harus menghasilkan keputusan dan kepemimpinan yang membawa organisasi semakin baik bagi bangsa dan negara," ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan itu bukan hanya momentum pergantian maupun penetapan kepemimpinan organisasi, harus menjadi ruang intelektual dan strategis untuk melakukan evaluasi, sekaligus merumuskan respons NU terhadap berbagai tantangan sosial, keagamaan, kebangsaan, dan perkembangan global.
Memasuki abad kedua berbagai persoalan dan tantangan yang kemungkinan berbeda dengan masalah dihadapi para muassis atau pendiri NU pada awal abad pertama.
Perubahan zaman menuntut NU harus memiliki kemampuan membaca perkembangan secara lebih luas, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar dan khazanah keilmuan yang telah diwariskan para pendiri organisasi.
Termasuk menjaga keseimbangan antara nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan, maka keputusan dihasilkan dalam forum nanti diharapkan tidak hanya bersifat internal organisatoris tetapi juga memiliki relevansi terhadap kehidupan masyarakat luas.
"Perbedaan pandangan hal lumrah dalam organisasi yang besar. Namun perbedaan tersebut jangan sampai menghilangkan persaudaraan dan kekompakan warga NU,” ucap Zainal yang juga Ketua FKUB Sulawesi Tengah.
Ia menambahkan kepemimpinan NU ke depan perlu memperkuat tradisi keilmuan, kaderisasi, pelayanan sosial, maupun kontribusi organisasi dalam pembangunan bangsa.
"NU harus terus menjadi kekuatan masyarakat sipil yang mampu menghadirkan Islam yang moderat, inklusif, dan konstruktif dalam kehidupan kebangsaan," tutur pakar pemikiran Islam modern UIN Datokarama Palu itu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rais Syuriah harap Muktamar NU mengedepankan persatuan
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026