Liputan6.com, Jakarta - BCA Digital meluncurkan buku antologi Dear Money, We Need to Talk berisi 50 tulisan jurnalis tentang pengalaman pengelolaan keuangan, yang berhasil meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori "Buku Literasi Keuangan Karya Jurnalis Terbanyak". 

Peluncuran bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus menjadi puncak rangkaian bluPressAwards 2026.

Ke-50 tulisan yang dimuat sebelumnya melalui proses kurasi dari 118 karya yang dikirim 107 jurnalis dari 106 media. Direktur Utama BCA Digital Lanny Budiati mengatakan, kisah di dalamnya beragam, dari sandwich generation hingga menabung untuk healing.

"Tidak ada satu formula yang sama buat semua orang. Setiap orang punya formula berbeda, dengan masalah dan income masing-masing,” kata Lanny dalam sambutannya, Selasa (13/10/2026).

Director of Business BCA Digital Duardi Prihandiko menyebut, awalnya tidak ada rencana membuat buku. Gagasan muncul dari upaya menyebarkan literasi keuangan seluas mungkin.

"Inklusi sudah banyak, tapi inklusi tanpa literasi itu bahaya,” ujarnya.

Duardi mengatakan, kurasi dilakukan bersama ahli finansial bersertifikat agar isi tulisan ter-verifikasi. Cerita yang terpilih dinilai dekat dengan persoalan sehari-hari.

"Makanya kami kerja sama dengan salah satu ahlinya, expert di bidang ini yang sudah certified, ternyata ketemu 50 yang memang ilmunya sesuai dengan teorinya, tapi masih bagus banget dan berbagai macam angle, yang kami pikir ini akan menjadi ilmu yang bisa untuk teman-teman melihat dan menyesuaikan mana yang paling pas," ungkap Duardi.

Ia mengaku, momen-momen kecil yang dibagikan dari banyak cerita itu justru 'kena' di hatinya.

"Kita enggak pernah tau 'kena'-nya di mana. Kita punya banyak teori, punya banyak ilmu, tapi kalau tidak kena, ya tidak kena saja. Ini adalah 50 type of posisi keuangan, situasi yang mungkin salah satunya akan kena kalau kita baca, jadi ilmunya dapat banget,” kata Duardi.