Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari menegaskan langkah Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan KTT BRICS 2026 di New Delhi untuk memperluas kerja sama internasional demi kepentingan nasional.

"Indonesia tentu tidak menghadiri forum tersebut tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah memanfaatkan forum itu untuk memperluas kerja sama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan," kata Qodari dalam keterangannya dikutip dari siaran Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Selasa.

Qodari mengatakan langkah diplomasi tersebut ditujukan agar dapat membawa dampak langsung bagi masyarakat di dalam negeri, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan.

Dalam sesi tertutup KTT BRICS yang digelar Sabtu (12/9), Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin didikte oleh kekuatan mana pun. Fondasi utama kemandirian harus dibangun dari dalam negeri melalui pemenuhan pangan, ketahanan energi, pendidikan, dan kesempatan kemakmuran bersama.

Presiden Prabowo juga mengajak seluruh negara anggota BRICS untuk saling membantu demi mencapai tatanan dunia yang lebih adil dan setara. Posisi Indonesia ditegaskan tetap sejajar dengan negara lain dalam menjalin kerja sama internasional.

Qodari menjelaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif untuk membangun kerja sama berdasarkan asas saling percaya. Indonesia berkomitmen untuk terus tumbuh bersama tanpa harus memihak atau bergantung pada satu poros tertentu.

"Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional sekaligus upaya memperkuat kepentingan masyarakat di dalam negeri," tambah Qodari.

Upaya menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan BRICS dinilai sangat relevan di tengah meningkatnya kompleksitas situasi global dan menguatnya proteksionisme ekonomi.

Diversifikasi mitra ekonomi menjadi strategi penting karena BRICS menguasai hampir separuh populasi dunia melalui keanggotaan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Keanggotaan tersebut memberi Indonesia akses ke jejaring ekonomi yang besar dan beragam.

Qodari menambahkan bahwa agenda diplomasi luar negeri ini tidak mengurangi perhatian Presiden Prabowo terhadap urusan domestik. Diplomasi dan urusan dalam negeri merupakan dua instrumen yang saling melengkapi untuk menyejahterakan rakyat.

Pemerintah berjanji akan mengawal realisasi setiap kesepakatan dari KTT BRICS agar dampaknya dapat segera dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

"Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan diplomasi bukanlah seberapa banyak pertemuan yang terlaksana, melainkan seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," kata Qodari.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Qodari: Presiden manfaatkan KTT BRICS demi kepentingan nasional

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.