PWNU Sumsel ajak warga berdoa dan berikhtiar hadapi kemarau panjang

Minggu, 25 Oktober 2026 12:23 WIB

Image Print

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan bersama Paguyuban Sinar Mas Sumsel menggelar shalat istisqo di Palembang, Sabtu (24/10/2026). ANTARA/HO-PWNU Sumsel

Palembang (ANTARA) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan mengajak masyarakat untuk terus berdoa dan melakukan ikhtiar nyata dalam menghadapi dampak musim kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan di wilayah tersebut.

"Mari masyarakat Sumsel, khususnya Palembang, terus memanjatkan doa sembari berikhtiar," kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan KH Hendra Zaenudin Al Qodiri di Palembang, Minggu.

Ajakan tersebut disampaikan Hendra setelah pelaksanaan Shalat Istisqa bersama puluhan santri dan jamaah dari sejumlah pondok pesantren di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Kampus C, Palembang.

Hujan turun tidak lama setelah shalat itu yang dilaksanakan untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau. Para jamaah menyambut turunnya hujan dengan melantunkan zikir dan doa sebagai ungkapan syukur.

Ia mengatakan Shalat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kekeringan. Ia berharap hujan yang turun dapat membawa berkah bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi dampak kemarau yang telah dirasakan selama beberapa bulan terakhir.

"Semoga hujan ini menjadi berkah bagi masyarakat di Palembang," ujarnya.

Menurut dia, upaya menghadapi musim kemarau perlu disertai doa dan tindakan nyata agar dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

Pelaksanaan shalat tersebut melibatkan pihak pesantren, para santri, dan Paguyuban Sinar Mas Sumatera Selatan sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau.

Ketua Paguyuban Sinar Mas Sumsel Iwan Setiawan mengatakan doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar yang perlu berjalan beriringan dengan langkah nyata pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

"Doa bersama ini menjadi bagian dari ikhtiar kita, sekaligus momentum untuk memperkuat kepedulian dan semangat kebersamaan dalam menjaga Sumatera Selatan," kata Iwan.

Kolaborasi Paguyuban Sinar Mas Sumsel dan Pondok Pesantren Aulia Cendikia sebelumnya juga dilakukan melalui doa bersama untuk memohon hujan pada 8 September 2026 di lokasi yang sama.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan tersebut, para pihak berharap semangat kebersamaan antara masyarakat, pesantren, dunia usaha, dan pemerintah dapat terus diperkuat untuk menghadapi dampak musim kemarau serta menjaga kelestarian lingkungan.

Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026