PWNU Jatim kenalkan model pendidikan Aswaja kepada delegasi Filipina - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) -
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memperkenalkan model pendidikan Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) kepada delegasi Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM), Filipina, dalam kunjungan studi banding bidang pendidikan dan pesantren di Surabaya.
"Pesantren dan madrasah itu bersifat independen, karena pemimpin pesantren umumnya memiliki sawah (lahan pertanian dan perkebunan), kemudian madrasah saat ini juga bersinergi dengan komite sekolah untuk membangun minimarket, sehingga pesantren dan madrasah bisa berkembang independent tanpa support pemerintah," kata Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur Dr KH M Wafiyul Ahdi dalam keterangan diterima di Surabaya, Minggu.
Dalam pertemuan itu, PW LP Ma'arif NU Jawa Timur memaparkan Kurikulum Identitas Aswaja dan Nahdlatul Ulama sebagai model pendidikan Islam moderat yang dikembangkan di satuan pendidikan Ma'arif.
"Kurikulum Identitas Aswaja dan NU itu kami susun sebagai ikhtiar menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jatidiri keislaman dan keindonesiaan. Generasi muda harus memiliki karakter yang moderat, kritis, adaptif, sekaligus tetap kokoh memegang nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah," ujar Wakil Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan (PW LP) Ma'arif NU Jatim Evi Fatimatur Rusdiyah.
Evi menjelaskan bahan ajar tersebut merupakan seri pembelajaran inovatif berbasis Science, Technology, Engineering, Islamic Values, and Mathematics (STEIM) dengan konsep "MISI" yang dirancang sesuai karakter Generasi Z dan Generasi Alpha.
Pendekatan itu mengintegrasikan literasi digital, pembelajaran kolaboratif, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Materi pembelajaran juga memuat strategi dakwah Islam Nusantara, kajian hukum Islam seperti ijtihad, taqlid, dan bahtsul masail, serta pedoman organisasi Nahdlatul Ulama yang meliputi Khittah Nahdliyah, Mabadi Khaira Ummah, hingga badan-badan otonom NU.
Selain itu, kurikulum memperkuat tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jamaah seperti Maulid Nabi, Nisfu Sya'ban, tawassul, dan ziarah sebagai bagian dari pendidikan karakter.
"Kami berharap pengalaman pendidikan yang dikembangkan LP Ma’arif NU Jawa Timur dapat menjadi ruang berbagi praktik baik dengan berbagai negara, termasuk Bangsamoro, sehingga nilai-nilai Islam rahmatan lil ’alamin dapat terus berkembang melalui jalur pendidikan, karena itu model pendidikan Aswaja An-Nahdliyah menjadi kontribusi Indonesia bagi penguatan pendidikan Islam moderat di tingkat global," katanya.
Kunjungan tersebut merupakan rangkaian studi banding yang sebelumnya diawali dengan peninjauan ke sejumlah pesantren dan lembaga pendidikan di Kabupaten Lamongan untuk mempelajari sistem pendidikan Islam yang diterapkan di lingkungan NU.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.