Puluhan mahasiswa ikuti pelatihan calon pekerja migran

Sabtu, 3 Oktober 2026 10:36 WIB

Image Print

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang Sutrisno saat menjadi pembicara pada pelatihan calon pekerja migran bertajuk "Menyiapkan Pekerja Migran Sehat Konten Dan Finansial", di Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (2/10/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - Puluhan mahasiswa Sekolah Vokasi (SV) Universitas Diponegoro Semarang mengikuti pelatihan calon pekerja migran bertajuk "Menyiapkan Pekerja Migran Sehat Konten Dan Finansial", di kampus SV Undip, Jumat, yang digelar Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah, bekerja sama dengan SV Undip, dan Bank Mandiri.

Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah Teguh Imam Wibowo mengatakan bahwa pelatihan itu untuk memberikan bekal bagi calon pekerja migran.

"Di sini ada pelatihan membuat konten kreatif. Nah, misalnya kalian punya hobi bisa menghasilkan konten, misalnya foto yang menunjukkan keindahan tempat kalian bekerja," katanya.

Dalam konten itu bisa dieksplorasi keindahan wilayah atau kota tempat bekerja, suasana lingkungan kerja, hingga interaksi dengan budaya baru yang berbeda.

"Dan itu bisa diunggah di medsos (media sosial) masing-masing. Kalau kalian bisa menciptakan sebuah mekanisme atau sistem informasi yang baik dan efisien pasti akan menjadi nilai tambah," katanya.

Dari konten itu, kata dia, bisa juga membuka peluang atau menarik minat bagi calon-calon pekerja migran lainnya untuk bekerja di negara tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang Sutrisno yang menjadi narasumber mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang dimilikinya untuk bersaing di dunia kerja.

Menurut dia, peluang kerja, terutama di luar negeri banyak tersedia, seperti di Korea Selatan, Singapura, Jepang, Taiwan, Australia, bahkan hingga Jerman.

"Sektor kerja yang ada, mulai manufaktur dan otomasi industri, teknik dan konstruksi, serta logistik," katanya.

Ia mengatakan para calon pekerja migran harus memahami enam titik krusial, yakni validitas dokumen, kejelasan pekerjaan, perjanjian penempatan, kesesuaian prosedur, pemahaman hak, dan kesiapan menyeluruh.

Bagi calon pekerja migran, kata dia, harus selalu menggunakan jalur resmi dari lembaga yang terdaftar untuk pemberangkatan ke negara tujuan untuk menghindari risiko.

Tak lupa, ia mengingatkan bahwa mahasiswa tidak cukup mengandalkan "hardskill", tetapi juga harus memiliki "softskill" untuk bekal bekerja.

"Kalau nanti magang (dan bekerja, red.) di luar negeri, harus juga bisa mencari peluang-peluang apa yang bisa dilakukan. Misalnya, di Jepang enggak ada jahe, ini peluang untuk usaha, dan sebagainya," katanya.

Pelatihan tersebut diikuti oleh sekitar 60 mahasiswa SV Undip yang berasal dari berbagai program studi yang ada.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.