PT NPGF bagikan dividen 22,4 persen - ANTARA News Jawa Timur
Gresik, Jawa Timur (ANTARA) - PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) membagikan dividen tunai sebesar 22,4 persen dari total laba bersih tahun berjalan yang mencapai Rp4,33 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
"Kebijakan tersebut mencerminkan komitmen Perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham dengan tetap menjaga kemampuan pendanaan guna mendukung pengembangan usaha," kata Direktur Utama PT Nusa Palapa Gemilang Tbk Ujang Suparman dalam keterangan di Gresik, Jawa Timur, Sabtu.
Ujang mengatakan capaian kinerja Perseroan sepanjang 2025 menjadi fondasi yang kuat bagi keberlanjutan pertumbuhan perusahaan.
Sepanjang tahun buku 2025, NPGF membukukan penjualan bersih sebesar Rp225,80 miliar meningkat 34,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, laba bersih Perseroan juga meningkat 45,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya didukung oleh meningkatnya permintaan pasar, penguatan jaringan distribusi, serta optimalisasi operasional.
Dari sisi operasional, perseroan mencatatkan peningkatan volume produksi NPK Granul sebesar 69 persen yang mendorong kenaikan kapasitas produksi pabrik dari 72.000 ton menjadi 96.000 ton per tahun.
Peningkatan kapasitas ini memperkuat kemampuan perseroan dalam memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mendukung strategi ekspansi bisnis di masa mendatang.
"Peningkatan kapasitas produksi merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing Perseroan. Dengan kapasitas yang lebih besar, kami memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memenuhi permintaan pasar dan menangkap peluang pertumbuhan di sektor pertanian," kata Ujang.
Selain memperkuat kapasitas produksi, perseroan juga terus memperluas portofolio produk melalui peluncuran Mono Potassium Phosphate (MKP) dan Potassium Nitrate (KNO3).
Kehadiran kedua produk tersebut melengkapi lini produk nutrisi tanaman NPGF sekaligus memperluas solusi pemupukan yang ditawarkan kepada para pelaku usaha pertanian.
Sementara dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan, dengan menggantikan Harry Kurniawan selaku Komisaris Perseroan dan Agus Susanto selaku Komisaris Independen Perseroan serta pengangkatan Agustinus Nicko Ariwibowo sebagai Komisaris Independen Perseroan.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.