PT Djarum dan Pemkab Wonogiri serahkan rumah layak huni untuk warga
Kamis, 27 Agustus 2026 18:46 WIB
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto menyerahkan rumah layak huni secara simbolis kepada penerima manfaat di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026). ANTARA/Aris Wasita
Wonogiri (ANTARA) - PT Djarum bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyerahkan sepuluh unit rumah sederhana layak huni (RSLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis.
Program kolaborasi yang menelan total anggaran sekitar Rp700 juta bertujuan untuk membantu mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan hunian yang aman, nyaman, dan sehat.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Pendopo Kantor Bupati Wonogiri pada Kamis (27/8), dihadiri oleh Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, jajaran Forkopimda, serta perwakilan perangkat desa setempat.
Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno menyampaikan apresiasinya atas kontribusi PT Djarum dalam mendukung program penyediaan rumah layak di wilayahnya. Ke sepuluh rumah yang selesai dibangun tersebar di dua wilayah, yakni Desa Minggarharjo dan Desa Ngadirejo.
“Tahun ini kami masih memiliki PR sekitar 11.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dengan target penanganan pemkab sekitar 652 unit. Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PT Djarum dan berharap kolaborasi ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujar Imron.
Setiap unit rumah mendapatkan alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp70 juta. Angka ini jauh di atas standar renovasi RTLH reguler pemerintah yang berkisar Rp20 juta/unit. Intervensi dilakukan secara menyeluruh oleh PT Djarum sehingga penerima manfaat tidak dibebani biaya tambahan.
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto menjelaskan penentuan penerima bantuan dilakukan melalui kriteria ketat hasil verifikasi bersama Pemkab Wonogiri. Syarat utamanya antara lain penerima merupakan warga yang membutuhkan, rumah tersebut merupakan satu-satunya hunian yang dimiliki, serta berdiri di atas tanah hak milik sendiri.
Dari sisi teknis, dikatakannya, setiap rumah yang dibangun mengedepankan tiga aspek utama yakni keamanan, kenyamanan dan kesehatan. Konstruksi rumah dibangun kuat agar dapat dihuni dalam jangka panjang. Dari sisi kenyamanan, tata ruang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga penerima manfaat mencakup jumlah kamar berdasarkan banyaknya anggota keluarga. Rumah yang dibangun juga dilengkapi dengan sistem sanitasi, air bersih, pencahayaan serta sirkulasi yang memadai untuk mendukung pola hidup bersih dan sehat.
“Tidak semua keluarga memiliki kemampuan untuk membangun atau memperbaiki rumahnya sendiri, karena itu melalui Program RSLH kami ingin membantu masyarakat yang memang membutuhkan agar memiliki tempat tinggal yang layak. Semua telah dipersiapkan secara matang, mulai dari struktur bangunan hingga fasilitas pendukung di dalamnya. Karena dengan rumah yang aman, nyaman dan sehat, kami berharap mereka bisa lebih produktif sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupannya menjadi lebih baik,” ujar Budiharto.
Pelaksanaan Program RSLH melibatkan peran berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar. Diawali melalui usulan dari pemerintah setempat, kemudian dilakukan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada keluarga yang tepat sasaran.
Selama proses pembangunan berlangsung, PT Djarum melakukan intervensi secara menyeluruh, sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya. Selain itu, agar semangat gotong royong tetap terjaga, masyarakat sekitar turut terlibat untuk membantu kebutuhan pembangunan. Setelah rumah selesai dibangun, PT Djarum juga tetap menghadirkan nilai kebersamaan melalui tradisi selamatan bersama penerima manfaat dan lingkungan sekitar sebagai bentuk rasa syukur atas hunian baru yang telah ditempati.
Program RSLH merupakan salah satu program sosial PT Djarum dalam mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang aman, nyaman dan sehat. Sejak 2022 hingga 2025, sebanyak 626 hunian layak telah direalisasikan kepada masyarakat di berbagai daerah di Jawa Tengah antara lain, Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara hingga Purbalingga.
Memasuki 2026, pembangunan dan renovasi hunian dilanjutkan dengan menyasar sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Sebanyak 128 rumah di Kudus telah rampung direnovasi dan ditempati oleh pemiliknya. Begitu pula di Brebes terdapat 10 unit diserahkan, sementara di Salatiga sebanyak 12 rumah selesai direnovasi dan dibangun ulang. Kini, di Wonogiri ada 10 rumah yang mendapatkan bantuan untuk dibangun ulang.
Selain program RSLH, PT Djarum juga menjalankan program Djarum Sanitasi Terpadu di Kabupaten Wonogiri sejak 2023. Dalam tiga tahun pelaksanaannya, program ini telah membangun 424 unit sarana sanitasi sehat dan air minum yang tersebar di empat desa di Kecamatan Ngadirojo, yaitu Kerjo Lor, Giripurwo, Giriwono dan Wuryorejo. Pada tahun 2026, program ini menargetkan pembangunan tambahan 200 unit sarana sanitasi aman dan air minum di Kabupaten Wonogiri.
Salah satu penerima manfaat program RSLH Gembong Rahmanto yang merupakan buruh tani asal Dusun Bero, Desa Minggarharjo bersyukur akhirnya dapat menempati hunian yang lebih layak. Sebelumnya, keluarga Gembong tinggal di rumah berlantai tanah, berdinding kayu dan anyaman bambu serta atap genteng yang tak rapat. Saat hujan turun, air dapat merembes ke dalam rumah sehingga membuat tempat tinggal mereka lembab dan kurang nyaman.
“Saat musim dingin, udaranya masuk karena atap tidak rapat. Apalagi saat hujan, ada tetesan air dari atas dan air dari parit (resapan) bisa merembes ke lantai tanah membuat rumah menjadi lembab. Sekarang, alhamdulilah mendapat rumah baru dari PT Djarum, lebih rapi, dindingnya kokoh, lantainya pun keramik, lalu atapnya sudah bagus dan tidak bocor lagi. Jadi tidur lebih enak, tidak kedinginan, bisa belajar dan beribadah dengan nyaman. Bentuk rumahnya bagus, cahaya matahari bisa masuk ke dalam rumah jadi tidak lembab. Semoga PT Djarum dapat terus membantu keluarga yang belum memiliki rumah yang layak,” kata Gembong.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.