Yogyakarta (ANTARA) - Manajemen PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jean Paul Van Gastel setelah mengevaluasi performa dan hasil yang kurang memuaskan pada awal kompetisi Super League 2026/2027.

Direktur Utama PSIM Yogyakarta Liana Tasno mengatakan keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas dan keberlangsungan tim dalam menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.

"Oleh sebab itu, saya dan PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Van Gastel," katanya dalam konferensi pers di Grha Pandawa, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Sabtu.

Klub berjuluk Laskar Mataram itu saat ini terlempar ke peringkat ke-16 klasemen sementara atau berada di zona degradasi dalam kompetisi Super League 2026/2027.

Liana mengatakan manajemen telah menunjuk pelatih sementara atau caretaker untuk menggantikan posisi pelatih kepala dalam beberapa pertandingan ke depan.

"Kami sudah menunjuk caretaker untuk sementara ini menggantikan posisi head coach dalam beberapa pertandingan ke depan," ujarnya.

Baca juga: PSS siap hadapi Persebaya dengan modal kemenangan pekan lalu

Meski demikian, manajemen masih mempertahankan tim pendukung Van Gastel, termasuk pelatih fisik dan pelatih kiper, untuk mendampingi tim dalam beberapa pertandingan berikutnya sembari terus mengevaluasi performa pemain di lapangan.

"Jadi, memang khusus kepada pelatih kepala saja, kita akhiri kerja samanya. Tapi, kalau yang lain, tidak dan masih kita pertahankan untuk beberapa laga ke depan," katanya.

Terkait pengangkatan pelatih kepala baru, Liana belum menyebutkan nama kandidat maupun waktu penunjukan secara spesifik, tetapi manajemen berupaya mencari pengganti dalam waktu sesingkat mungkin.

"Berapa lamanya? Karena secara regulasi itu kan sebulan, jadi kita harus kerja keras untuk mencari pengganti barunya dalam jangka waktu paling lambat satu bulan itu," ujarnya.

Baca juga: Van Gastel sebut PSIM kurang beruntung ketika takluk dari PSM

Ia berharap keputusan tersebut mendapat dukungan dari seluruh pemain dan suporter PSIM Yogyakarta, termasuk Brajamusti dan The Maident, agar tim dapat menunjukkan performa yang lebih baik pada pertandingan selanjutnya.

"Harapannya keputusan ini bisa membawa suasana baik, baik itu di locker room maupun ketika berkompetisi selama 90 menit, akan menghasilkan hasil yang jauh lebih baik daripada sekarang," katanya.

Manajer Tim PSIM Yogyakarta Ikhsan Mahar meminta suporter tetap memberikan dukungan kepada tim di tengah dinamika yang terjadi karena PSIM harus segera bersiap menghadapi pertandingan mendatang.

“Apa pun yang terjadi dengan dinamika yang ada, kita besok sudah harus bersiap untuk menghadapi dua laga tandang yang bisa dikatakan sangat krusial bagi perjalanan kita di musim ini,” katanya.

Baca juga: Moussa Bagayoko absen pada laga kontra Persebaya Surabaya

Baca juga: Beckham Putra tegaskan siap diturunkan kontra Persik Kediri

Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.