Balikpapan (ANTARA) - Program Masjid Berdaya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan komunitas dan pendidikan literasi digital masyarakat. Dalam program ini, masjid menggunakan jaringan internet untuk mengakses bahan-bahan pendidikan dan pengetahuan agama, serta hal-hal sosial kemasyarakatan lainnya.

"Pada masa Rasulullah, masjid bukan hanya tempat salat, melainkan juga ruang pendidikan dan pusat kegiatan warga. Kehadiran internet hari ini membantu menguatkan kembali peran tersebut," kata Ustaz Hamdani dari Masjid dan Pesantren Darussalam, Borneo Paradiso, Balikpapan, Sabtu.

Sebelumnya, pada Jumat, EVP Head of Region Kalimantan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Sugiyanto, menyerahkan hibah modem HiFi Air untuk dipakai di masjid. Fasilitas digital ini kemudian langsung dipakai untuk nonton bareng siaran langsung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional oleh para santri dan jamaah.

Masjid Darussalam menjadi salah satu dari 160 masjid penerima manfaat program ini yang tersebar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Sugiyanto menyatakan bahwa penyediaan jaringan internet di rumah ibadah diarahkan untuk mendukung kegiatan positif yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

"Kami ingin konektivitas yang hadir memberi manfaat praktis bagi kegiatan komunitas, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan untuk belajar dan berbagi pengetahuan," ujar Sugiyanto.

Para santri nonton bareng siaran langsung cerdas cermat Al Quran, bagian dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA/HO-IOH)

Selain menyediakan jaringan Wi-Fi, program ini turut dibekali dengan kegiatan pendampingan literasi digital serta pengenalan teknologi dasar bagi jamaah dan pengurus masjid.

Materi edukasi tersebut mencakup pengenalan pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) guna membantu proses belajar serta pencarian informasi secara lebih produktif.

Jangkauan program ini juga menyasar kawasan perbatasan negara dan wilayah terdepan di Kalimantan, seperti Kabupaten Malinau dan Nunukan di Kalimantan Utara, juga Kapuas Hulu di Kalimantan Barat, guna mendorong pemerataan akses informasi masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan digital warga di area pelosok dengan pusat perkotaan.

“Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi benteng spiritualitas, tetapi juga penggerak kemajuan sosial warga sekitarnya,” kata Ustaz Hamdani. 
 

Pewarta: Novi Abdi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.