AKURAT.CO Profil Suahasil Nazara dan harta kekayaannya tengah menjadi perhatian publik setelah namanya dipercaya menduduki posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya.

Sebelum terjun lebih jauh ke pemerintahan, Suahasil dikenal sebagai akademisi dan Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia (UI).

Memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi dan kebijakan fiskal, Suahasil Nazara juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) serta Wakil Menteri Keuangan.

Lantas, seperti apa profil Suahasil Nazara dan berapa harta kekayaan yang dimilikinya?


Profil Suahasil Nazar

Suahasil Nazara memiliki latar belakang pendidikan ekonomi yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) pada 1994. Setelah itu, Suahasil melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan meraih gelar S2 dari Cornell University pada 1997.

Pendidikan Suahasil kemudian berlanjut di University of Illinois at Urbana-Champaign. Di universitas tersebut, ia menempuh pendidikan doktoral di bidang ekonomi dan berhasil menyelesaikannya pada 2003.

Karier Suahasil di dunia pendidikan dimulai pada 1999 sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Berkat perjalanan akademiknya, ia kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi UI pada 2009.

Selama berkarier di lingkungan kampus, Suahasil juga pernah memegang sejumlah jabatan penting. Ia pernah menjadi Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004–2005, Kepala Lembaga Demografi pada 2005–2008, hingga Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009–2013.

Pengalamannya tidak hanya berasal dari dunia akademik. Suahasil juga pernah terlibat dalam sejumlah tugas pemerintahan, termasuk menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan di bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009–2011.

Pada periode tersebut, ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah dan menjalankan tugas itu hingga 2015.

Selain itu, Suahasil pernah menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada 2010–2015. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional pada 2013–2014.