asiawebawards.com
  • 2026-07-23 06:50:54 +0000 UTC

    Jul 23, 2026

    Produksi perikanan budidaya Lampung 181.650 ton dukung swasembada

    Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung menyatakan produksi perikanan budidaya di provinsi tersebut mencapai 181.650 ton dapat mendukung swasembada pangan di daerah.

    "Secara umum produksi perikanan budidaya pada 2025 mengalami peningkatan 2,35 persen atau 4.171 ton, dari tahun sebelumnya sebesar 177.479 ton. Berdasarkan data Kementerian Kelautan Perikanan produksi perikanan budidaya di Lampung tahun 2025 mencapai 181.650 ton," ujar Kepala DKP Provinsi Lampung Bani Ispriyanto di Bandarlampung, Kamis.

    Ia mengatakan produksi perikanan budidaya sebanyak 181.650 ton tersebut terdiri dari produksi budidaya ikan air tawar sebanyak 114.643 ton, budidaya ikan air laut dengan jumlah 10.903 ton, dan budidaya ikan air payau sebanyak 56.104 ton.

    "Selain ikan konsumsi, Lampung juga memproduksi ikan hias air tawar dengan produksi sebesar 7,6 juta ekor," katanya.

    Baca juga: KKP siapkan pelaku usaha perikanan agar lebih mudah mengakses KUR

    Dia melanjutkan dengan adanya produktivitas perikanan budidaya tersebut dapat mendukung swasembada pangan daerah.

    Dia menjelaskan, untuk mengukur swasembada, tentu harus mengetahui kebutuhan konsumsi ikan yang ideal agar setiap individu tercukupi gizinya.

    "Berdasarkan literatur yang ada yakni menurut WHO dan American Heart Association, untuk hidup sehat dan aktif setiap orang idealnya harus mengkonsumsi ikan sebanyak 15 kilogram per kapita per tahun," ucap dia.

    Ia menjelaskan dengan jumlah penduduk Lampung tahun 2025 sebanyak 9,53 juta jiwa, maka membutuhkan produksi ikan sebanyak 142.950 ton untuk dikonsumsi selama setahun, bila diasumsikan semua kelompok umur mengkonsumsi ikan.

    Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-23 06:50:54 +0000 UTC