Presiden Prabowo Segera Teken Keppres Jampidsus Baru, Ini Bocoran Namanya
Bagikan:
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan segera menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) terkait pengangkatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang baru dalam waktu dekat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Keppres tersebut diperkirakan akan rampung dan ditandatangani dalam kurun satu hingga dua hari ke depan, setelah melalui mekanisme pembahasan di Tim Penilai Akhir (TPA).
"Kami mohon waktu untuk dibahas sesuai dengan mekanisme di Tim Penilai Akhir. Insyaallah 1–2 hari ini sudah akan ada keputusan dan Bapak Presiden akan menandatangani Keppres pengangkatan pejabat yang baru," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Usulan Pejabat Baru di Lingkungan Kejaksaan Agung
Prasetyo menjelaskan bahwa Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menyerahkan daftar usulan nama calon Jampidsus kepada Presiden sejak pekan lalu. Langkah ini diambil usai pejabat sebelumnya, Febrie Adriansyah, resmi mengundurkan diri.
BACA JUGA:
Selain posisi Jampidsus, Keppres tersebut juga mencakup usulan pengangkatan sejumlah pejabat strategis lainnya di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun, Mensesneg masih enggan membeberkan jajaran nama yang diusulkan sebelum Keppres resmi ditandatangani oleh Presiden.
Meski demikian, Prasetyo membenarkan bahwa Kepala Badan Pemulihan Aset Kejagung, Kuntadi, menjadi salah satu nama kuat yang diusulkan oleh Jaksa Agung untuk mengisi posisi Jampidsus.
Latar Belakang Pengunduran Diri Jampidsus Lama
Pengisian posisi Jampidsus ini dilakukan menyusul pengunduran diri Febrie Adriansyah pada Sabtu dini hari (11/7). Pada hari yang sama, Febrie resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Kasus hukum yang menjerat Febrie tersebut saat ini sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung setelah dilimpahkan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+