Presiden FA Yordania tegaskan tak akan dukung Gianni Infantino - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - Presiden Asosiasi Sepak Bola (FA) Yordania Ali Al Hussein menegaskan tak akan memberikan dukungan kepada Gianni Infantino pada pemilihan Presiden FIFA selanjutnya.
Ali menyatakan sikapnya dan asosiasi yang ia pimpin melalui cuitan dari akun X resminya, Jumat, sekaligus menjelaskan mengenai pembayaran hak dari FIFA untuk pemain dan staf pelatih timnas Yordania.
Ali menjelaskan pada Jumat pagi waktu setempat, pihak administrasi FIFA sudah melunasi hak-hak pemain dan staf pelatih timnas Yordania yang berhasil melaju ke final FIFA Arab Cup.
"Dana ini seharusnya sudah diterima sejak delapan bulan yang lalu," ujar Ali dalam cuitan tersebut.
Thank you to the FIFA administration for suddenly this morning delivering what was owed to our players and coaching staff, for the Jordan National teams accession to the final of the FIFA Arab Cup in Qatar last December.
This was funding that should have been received 8 months
Ali Al Hussein (@AliBinAlHussein) August 6, 2026
Meski menilai pelunasan hak ini merupakan perkembangan positif bagi para pemain Yordania, Ali menegaskan hal tersebut tak mengubah kekhawatiran mereka terhadap FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino.
Ali menilai pembayaran hak bagi pemain dan staf pelatih Yordania tersebut tak dapat menghapuskan berbagai kesulitan yang dialami FA Yordania di masa sebelumnya.
"Situasi ini juga tidak mengubah sikap tegas saya terhadap kepemimpinan FIFA: saya maupun asosiasi sepak bola (FA) saya tidak akan memberikan dukungan ataupun suara bagi Presiden Infantino," tegas Ali dalam cuitan tersebut.
Gianni Infantino tengah menjadi sorotan khalayak luas sepak bola setelah menggelar wacana untuk menjual saham Piala Dunia FIFA kepada pihak swasta.
Wacana tersebut memicu reaksi keras dari beberapa pihak, termasuk konfederasi beberapa benua seperti UEFA, Concacaf hingga AFC yang menentang gagasan tersebut.
Pewarta: Aldi Sultan
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.