asiawebawards.com
  • 2026-08-05 04:43:05 +0000 UTC

    Aug 05, 2026

    Presiden Argentina picu Brasil turunkan tingkat hubungan diplomatik

    Presiden Argentina picu Brasil turunkan tingkat hubungan diplomatik

    Rabu, 5 Agustus 2026 11:43 WIB

    Image Print

    Wilayah Amerika Latin (istimewa)

    Jakarta (ANTARA) - Brasil memutuskan untuk menurunkan tingkat hubungan diplomatiknya dengan Argentina menjadi hanya perwakilan diplomatik "kuasa usaha" atau charge d'affaires.

    Hal itu dilakukan akibat pernyataan Presiden Argentina Javier Milei yang mengkritik kebijakan Presiden Brasil Lula da Silva, menurut laporan CNN Brasil, Selasa (4/8).

    Pemerintah Brasil pun memutuskan untuk tidak mengirim kembali Duta Besar (Dubes) Brasil Julio Bitelli ke Argentina.

    Keputusan itu telah disampaikan kepada Dubes Argentina untuk Brasil Daniel Raimondi yang menerima nota protes menyusul pernyataan presiden Argentina itu, tambah laporan tersebut.

    Sebelumnya, pada 25 Juli, Presiden Argentina Javier Milei menjadi tamu dalam konvensi Partai Liberal di Sao Paulo, Brasil. Dalam konvensi itu, Milei secara resmi mendukung politikus partai itu sekaligus pemimpin kelompok oposisi, Flavio Bolsonaro, sebagai calon presiden Brasil.

    Dalam pidatonya, Milei mengkritik sosialisme dan kebijakan Presiden Brasil Lula da Silva. Presiden Argentina itu juga melontarkan kata-kata keras terhadap Hakim Mahkamah Agung (MA) Brasil Alexandre de Moraes karena menolak izin Milei untuk mengunjungi Jair Bolsonaro, ayah kandung Flavio yang juga mantan presiden Brasil.

    Jair Bolsonaro dipenjara karena terbukti bersalah memimpin rencana kudeta militer dan organisasi kriminal untuk membatalkan hasil Pemilu 2022 karena kalah dari Lula da Silva. Pada September 2025, Jair Bolsonaro dijatuhi vonis hukuman 27 tahun 3 bulan penjara oleh MA Brasil.

    Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

    Pewarta: Fransiska Ninditya
    Editor: Teguh Imam Wibowo
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-05 04:43:05 +0000 UTC