Liputan6.com, Jakarta - Garudayaksa FC menatap BRI Super League 2026/2027 dengan target realistis: tetap bertahan di kasta teratas. Datang sebagai juara Grup A Pegadaian Championship 2025/2026, tim berjuluk Spirit of Garuda itu membidik pijakan kokoh di musim perdana mereka di level tertinggi.
Persaingan berat menanti di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, dengan lawan-lawat mapan seperti Borneo FC, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Persib Bandung. Manajemen merespons dengan perombakan skuad dan struktur kepelatihan agar mampu bersaing di papan atas.
Hingga kini, Garudayaksa FC telah menghimpun 23 pemain dengan enam di antaranya legiun asing. Mengingat regulasi mewajibkan setiap tim memiliki 11 pemain asing, manajemen menargetkan kuota terpenuhi sebelum kompetisi bergulir pada 4 September.
Polesan Milos Joksic di Pakansari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330763/original/030902800_1787440847-Milos_Joksic.jpg)
Perbesar
Kursi pelatih kepala ditempati Milos Joksic, juru taktik asal Serbia berusia 58 tahun yang berpengalaman di Liga Thailand bersama Muangthong United dan Uthai Thani. Ia didampingi lima asisten, termasuk legenda Timnas Indonesia, Zulkifli Syukur.
Pra-musim digenjot melalui pemusatan latihan di Solo dan Yogyakarta. Sesi-sesi tersebut difokuskan pada kekompakan dan pembentukan chemistry antarlini agar transisi dari Liga 2 ke BRI Super League berlangsung mulus.
"Saya yakin tim ini akan terus semakin kuat," kata Milos Joksic.
Kuota Asing dan Ambisi Manajemen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323286/original/065016200_1786608133-ChatGPT_Image_Aug_13__2026__03_01_53_PM.jpg)
Perbesar
Komposisi tim masih bergerak. Dengan enam pemain asing yang sudah bergabung, manajemen mengupayakan tambahan lima nama lagi agar mencapai 11 pemain asing sesuai ketentuan yang berlaku musim ini.
Presiden Klub Garudayaksa FC, Danang Wicaksana, menilai proses pembentukan tim berada di jalur yang diharapkan. Ia menyebut tiap pekan ada kemajuan dari sisi rekrutmen maupun integrasi taktik.
"Alhamdulillah, dari proses yang berjalan, sampai saat ini kita melihat progresnya sangat baik. Walau pun kita masih terus menunggu kedatangan pemain asing baru," kata Danang.
Danang juga menegaskan ambisi klub untuk tampil kompetitif di musim perdana mereka di kasta tertinggi.
"Artinya, sebagai tim promosi kita tak ingin hanya sekadar numpang lewat tapi benar-benar akan mewarnai Super League 2026/2027," tandas Danang.
Perpaduan Bintang Lokal dan Legiun Asing
Di lini pemain lokal, Garudayaksa FC mengandalkan Andik Vermansah, bek timnas Wahyu Prasetyo, serta deretan pemain berpengalaman seperti Muhammad Sihran, Septian Bagaskara, Taufik Hidayat, dan Dheco Zacky.
Enam slot asing diisi Dominik Holec, Najeeb Yakubu, Filip Stamenkovi, Paulo Ricardo, Brian Rubio, dan Ryo Matsumura. Holec diproyeksikan menjadi kiper utama. Kiper berjulukan Spiderman asal Slovakia itu berusia 32 tahun dan sebelumnya memperkuat Piast Gliwice di Liga Polandia.
Di depan, Brian Rubio asal Meksiko diplot sebagai penyerang utama. Ia terakhir bernaung di Mazatle1n dan sempat dipinjamkan ke Leon, Quere9taro, serta Herediano. Pos pertahanan mendapat tambahan amunisi melalui bek tengah 191 cm, Filip Stamenkovic, yang sebelum ke Indonesia bermain untuk Dinamo Jug di Liga Serbia.
Najeeb Yakubu bukan sosok asing di Indonesia karena musim lalu memperkuat Persijap Jepara. Sementara itu, Paulo Ricardo dan Ryo Matsumura datang dengan pengalaman membela Persija Jakarta.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Hasil Undian Liga Europa 2026/2027: AC Milan Lawan 2 Tim Inggris, Juventus Bertemu Real Sociedad