Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:17 WIB
Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa upaya mentransformasi Jakarta menuju kota global berdaya saing tidak bisa dilakukan secara individual atau ego-sektoral.
Baca Juga
Langkah konkret dari visi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tiga kerja sama strategis senilai total Rp5,87 triliun oleh Bank Jakarta bersama sejumlah BUMD, BUMN, dan Perangkat Daerah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama tersebut dilangsungkan di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/26).
Baca Juga
Dalam arahannya, Pramono menyoroti pentingnya pelibatan seluruh elemen untuk mencapai target Jakarta sebagai Top 50 Global City pada 2030.
“Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota,” ujar Pramono, dikutip Selasa (13/10/26).
Baca Juga
Pramono juga mewanti-wanti agar seremonial penandatanganan ini tidak hanya berhenti di atas kertas. Ia meminta setiap kesepakatan ditindaklanjuti dengan tata kelola yang baik, program yang konkret, dan target yang jelas.
“Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kerja sama ini,” kata dia.
Menjawab arahan tersebut, Bank Jakarta langsung mengeksekusi tiga kesepakatan strategis di sektor krusial, yang meliputi pembiayaan perumahan, elektrifikasi transportasi, hingga infrastruktur pejalan kaki.
Pertama, Bank Jakarta bersinergi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas PPKUKM, serta Jamkrida Jakarta untuk meluncurkan program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR).
Program bernilai Rp587 miliar ini dirancang secara khusus agar para pekerja sektor informal yang selama ini sulit mengakses layanan perbankan dapat segera memiliki hunian layak.
Kedua, di sektor transportasi ramah lingkungan, Bank Jakarta menyokong PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melalui pembiayaan senilai Rp5,07 triliun.
Dana jumbo tersebut ditujukan untuk program elektrifikasi pengadaan 3.782 armada bus listrik baru guna menekan angka emisi di Ibu Kota.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketiga, Bank Jakarta menyalurkan fasilitas kredit dengan plafon Rp220 miliar bertenor 15 tahun kepada PT MRT Jakarta (Perseroda).
Pembiayaan ini akan digunakan untuk membangun pedestrian deck Dukuh Atas, sebuah infrastruktur krusial yang akan menghubungkan antarmoda transportasi sekaligus memanjakan para pejalan kaki di pusat integrasi Jakarta.
Halaman Selanjutnya
Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Saefullah Hidayat, yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa ketiga kerja sama Bank Jakarta tersebut merupakan bagian dari gerakan kolaborasi yang lebih masif.